Pengamat Sebut Ponsel BM yang Masih Dapat Sinyal Merugikan Konsumen dan Industri

Kompas.com - 17/06/2020, 20:00 WIB

Pasalnya, menurut perhitungan Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia (APSI), ponsel resmi yang akan dipasarkan harganya 15 persen lebih tinggi dibandingkan harga ponsel BM yang beredar di pasaran.

Sebelumnya, berdasarkan pantauan Kompas.com di Batam, Kepulauan Riau (Kepri) pada 8 Juni 2020 lalu, ponsel BM masih meramaikan sejumlah pasar elektronik yang didominasi oleh ponsel bermerek dengan harga jual di atas Rp 10 juta.

Baca juga: Ponsel BM Masih Beredar dan Tidak Diblokir di Batam, Ini Kata Kominfo

Salah satu penjual ponsel di Batam, sebut saja Erwin mengatakan bahwa saat ini ponsel BM masih terbilang aman stoknya di Batam.

Bahkan ponsel BM tersebut bukanlah ponsel bekas, melainkan ponsel baru dari berbagai merek.

Ponsel-ponsel itu juga diklaim masih bisa terhubung dengan sinyal operator seluler di Indonesia.

"Kenapa masih banyak di Batam, karena sebelum tanggal 18 April 2020 lalu, ponsel-ponsel tersebut telah diaktifkan terlebih dahulu,” kata Erwin kepada Kompas.com, Senin (8/6/2020) lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.