Instagram Bantah Algoritmanya Prioritaskan Foto Orang Berpakaian Minim

Kompas.com - 18/06/2020, 15:17 WIB
ilustrasi Instagram businessinsider.comilustrasi Instagram

KOMPAS.com - Baru-baru ini, sebuah studi yang dilakukan tim peneliti gabungan dari AlgorithmWatch dan European Data Journalism menyebut bahwa algoritma Instagram cenderung sering menampilkan foto yang menampilkan orang berpakaian minim.

Namun, Instagram membantah temuan itu melalui sebuah utas di akun Twitter resmi Istagram Comms.

"Kami memunculkan unggahan berdasarkan ketertarikan, linimasa unggahan, dan faktor lain untuk membantu orang-orang menemukan konten yang paling relevan dengan mereka," jelas Instagram dalam utas itu.

Baca juga: Studi: Algoritma Instagram Lebih Suka Foto-foto Terbuka

Anak perusahaan Facebook itu menuding penelitian tersebut salah memahami cara kerja algoritmanya. Cara penelitiannya pun, menurut Instagram, juga cacat di beberapa aspek dan hanya melibatkan sample berjumlah sedikit.

"Kami akan merilis lebih banyak informasi tentang posting mana saja yang kami rekomendasikan dan tidak kami rekomendasikan dalam beberapa pekan ke depan," lanjut Instagram.

Penelitian AlgorithmWatch dan European Data Journalism melibatkan 26 orang relawan yang diminta memasang ekstensi di browser untuk membuka homepage Instagram secara rutin dalam interval waku tertentu.

Mereka kemudian diminta mengikuti (follow) sejumlah kreator konten profesional yang memanfaatkan Instagram untuk beriklan atau menarik klien baru.

Berdasarkan hasil riset, dari 2.400 foto yang diunggah kreator, sebanyak 362 atau 21 persen di antaranya menampilkan pria bertelanjang dada atau wanita yang mengenakan bikini atau pakaian dalam.

Baca juga: Instagram Disebut Bakal Gantikan Twitter

Semula, para peneliti menduga kalau hasil tersebut hanya kebetulan dan algoritma Instagram tidak benar-benar meprioritaskan jenis konten tersebut.

Namun setelah diteliti lebih jauh, linimasa para relawan tetap menunjukan hasil yang sama. Sebanyak 30 persen berisi foto "terbuka". Wanita berpakaian minim memiliki peluang 54 persen lebih tinggi untuk ditampilkan di feed, sementara pria bertelanjang dada 28 persen.

Sebaliknya, foto berisi makanan atau pemandangan disebut memiliki peluang 60 persen lelbih rendah untuk ditampilkan di linimasa.

Mendeteksi kulit

Bantahan Instagram senada dengan yang dikeluarkan oleh induknya, Facebook, yang mengatakan bahwa algorima mengurutkan konten berdasarkan ketertarikan pengguna, bukan faktor acak seperti subyek yang mengenakan pakaian terbuka.

Namun, para peneliti tetap meyakini bahwa temuan mereka memang menunjukkan cara kerja algoritma Instagram yang sebenarnya. Apalagi, Facebook pernah mempublikasikan paten tentang mekanisme linimasa untuk memilih konten mana yang akan ditampilkan.

Paten tersebut menjelaskan faktor-faktor apa saja yang dijadikan patokan untuk menentukan gambar mana yang tampil di linimasa.

Baca juga: Ambil Foto Milik Orang Lain dari Instagram Kini Wajib Izin

Beberapa faktor itu adalah estimasi "state of undress" atau seberapa jauh subyek dalam foto menanggalkan pakaiannya dengan cara mendeteksi warna kulit.

Baru-baru ini Instagram memanfaatkan deteksi warna kulit di algoritmanya itu untuk mencegah bias di sistem mereka. Salah satunya adalah mencegah isu shadowbanning pengguna berkulit hitam.

Shadowbanning adalah sengaja menyembunyikan unggahan tertentu agar tidak terekspos secara luas, sehingga pada akhirnya membatasi capaian (reach) mereka".

CEO Instagram, Adam Mosseri mengatakan perubahan ini adalah bentuk dukungan Instagram untuk komunitas kulit hitam.

"(Instagram) melakukan apapun untuk mengatasi ketidaksetaraan yang dihadapi orang kulit hitam yang dimulai dengan memperbaiki isu keamanan tertentu yang mereka alami dari hari ke hari," jelas Mosseri, dihimpun KompasTekno dari Independent, Kamis (18/6/2020).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.