Menkominfo Minta Tambahan Anggaran untuk Percepat Digitalisasi Nasional

Kompas.com - 23/06/2020, 13:43 WIB
Menkominfo Johnny Plate dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR RI, Senin (22/6/2020). TV Parlemen/DPR RIMenkominfo Johnny Plate dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR RI, Senin (22/6/2020).

KOMPAS.com - Guna mempercepat transformasi digital di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika ( Kominfo) menyiapkan lima program prioritas untuk tahun 2021 mendatang.

Adapun kelima program tersebut adalah penyediaan infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), pengelolaan spektrum frekuensi, pemanfaatan TIK, penataan pengelolaan pos dan informatika, serta komunikasi publik.

Dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR RI, Senin (22/6/2020), Menteri Kominfo, Johnny Plate mengatakan bahwa pihaknya membutuhkan anggaran yang besar untuk merealisasikan kelima program tersebut.

"Untuk mempercepat Digitalisasi Nasional, Kementerian Kominfo membutuhkan anggaran sebesar Rp 22,57 Triliun sehingga terdapat kekurangan Rp 16,82 Triliun untuk membiayai kebutuhan inisiatif baru," ujar Johnny.

Johnny mengatakan bahwa anggaran tersebut diajukan karena adanya penyesuaian belanja kementerian dan lembaga pada tahun anggaran 2020.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Bambang Kristiono, mengatakan bahwa pihaknya mendukung peningkatan kebutuhan anggaran Kemkominfo sesuai dengan usulan kebutuhan tambahan anggaran (TA) 2021.

Baca juga: Data Pasien Covid-19 Diduga Bocor, Kominfo Audit Forensik Data Center Pemerintah

"Anggaran yang akan digunakan untuk percepatan Digitalisasi Nasional mencakup antara lain, Percepatan Infrastruktur TIK, Pembangunan Pusat Data Nasional, Refarming Spektrum Frekuensi Radio, SDM Talenta Digital, Pengembangan Rkonomi Digital, dan Program Legislasi Nasional Tahun 2021," ungkap Bambang.

Kominfo pun mengusulkan tambahan anggaran (ABT) Rupiah Murni sebesar Rp 2,33 Triliun untuk percepatan pembangunan infrastruktur telekomunikasi.

Anggaran tersebut akan digunakan salah satunya untuk membangun Base Transceiver Station (BTS), akses internet di wilayah non komersial, dan persiapan pusat data sebagai langkah percepatan digitalisasi nasional.

Selain itu, Johnny memaparkan gambaran kondisi pembangunan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia saat ini.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X