Sony Siapkan Hadiah Rp 713 Juta untuk Penemu "Bug" di PlayStation 4

Kompas.com - 27/06/2020, 19:03 WIB
Ilustrasi Controller PS4 PCWorldIlustrasi Controller PS4

KOMPAS.com - Sony menggelar sayembara mencari " bug" atau celah keamanan pada PlayStation Network dan konsol PlayStation 4 ( PS4).

Tak tanggung-tanggung, Sony menawarkan total hadiah mencapai 50.000 dollar AS atau Rp 713 juta.

Dalam sayembara " Bug Bounty Program" ini, Sony mengajak para pencinta game, pengamat keamanan sistem, hingga masyarakat dari berbagai kalangan untuk turut berpartisipasi dalam acara ini.

"Saya senang untuk mengumumkan bahwa hari ini bahwa kami memulai program PlayStation Bug Bounty karena faktor keamanan produk merupakan hal paling utama untuk menciptakan pengalaman yang terbaik bagi komunitas kami," kata Senior Director Software Engineering Sony Geoff Norton.

Para peserta akan diminta untuk mencari "bug" yang berpotensi muncul dalam sistem dan aksesori konsol PS4.

Baca juga: Lebih Baik Tunggu PlayStation 5 atau Beli PS4 Sekarang?

Peserta juga dipersilakan untuk mencari celah keamanan pada infrastruktur jaringan PlayStation Network dan sejumlah situs PlayStation terkait.

Jumlah hadiah yang ditawarkan pun bervariasi, mulai dari 100 dollar AS (Rp 1,4 juta) hingga 50.000 dollar AS (Rp 713 juta), tergantung tingkat kesulitan serta jenis kerusakan keamanan sistem yang ditemukan.

Jumlah hadiah ini lebih besar dari program serupa yang digelar oleh Microsoft dan Nintendo. Kala itu Nintendo dan Microsoft menawarkan hadiah sebesar Rp 285 juta untuk penemu "bug".

Nintendo merupakan perusahaan pertama yang meluncurkan program ini pada tahun 2016 lalu dan disusul Microsoft yang meluncurkan sayembara serupa untuk Xbox pada Januari 2020.

Pada kesempatan ini, Sony juga bekerja sama dengan HackerOne, sebuah platform bagi para hacker untuk mendapat pekerjaan bug bounty.

Baca juga: Stok PlayStation 4 Dikeluhkan Langka di Indonesia, Diborong Tengkulak?

HackerOne juga pernah bekerja sama dengan sejumlah perusahaan seperti seperti PayPal, Twitter, Snapchat, Shopify, General Motors, Slack, dan Uber.

Dirangkum KompasTekno dari ZDNet, Sabtu (27/6/2020), sebelum dibuka untuk publik, Sony sudah lebih dulu menggelar program ini secara diam-diam sejak tahun lalu dan hanya melibatkan sejumlah peneliti saja.



Sumber ZDNet
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X