Coca-cola dan Unilever Setop Beriklan di Facebook, Mark Zuckerberg Rugi Rp 103 Triliun

Kompas.com - 28/06/2020, 11:02 WIB
Coca-Cola Store di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat, dengan koleksi berbagai minuman unik produk mereka di seluruh dunia dan pernak-pernik aksesoris khas. Gambar diambil pada Selasa (28/11/2017) waktu setempat atau Rabu (29/11/2017) WIB. KOMPAS.com/PALUPI ANNISA AULIANICoca-Cola Store di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat, dengan koleksi berbagai minuman unik produk mereka di seluruh dunia dan pernak-pernik aksesoris khas. Gambar diambil pada Selasa (28/11/2017) waktu setempat atau Rabu (29/11/2017) WIB.

KOMPAS.com - Gerakan #StopHateforProfit memicu sejumlah perusahaan besar menyetop bisnis iklannya di Facebook, seperti Coca-cola, Unilever, dan operator seluler Verizon.

Produsen minuman bersoda, Coca-cola pada pekan ini memutuskan untuk memboikot seluruh iklannya dari platform Facebook selama 30 hari ke depan.

Hal tersebut disampaikan oleh CEO Coca-cola, James Quincey, dalam keterangan resmi yang tercantum di blog resmi Coca-cola.

Baca juga: Zuckerberg Bergeming, Dua Insinyur Facebook Mundur

"Tak ada tempat bagi rasisme di dunia ini dan media sosial. Coca-cola akan menangguhkan iklan berbayar di seluruh platform media sosial secara global setidaknya dalam 30 hari ke depan," ujar Quincey.

"Di rentang waktu tersebut, kami akan menilai kembali kebijakan iklan kamu untuk melihat apakah ada kebijakan yang harus diubah atau tidak. Kami juga mengharapkan akuntabilitas dan transparansi yang lebih besar dari mitra media sosial kami," imbuh Quincey.

Selain Coca-cola, Unilever, Hershey Co, The North Face, Verizon, dan beberapa perusahaan lainnya juga turut melancarkan aksi yang sama terhadap Facebook.

Unilever sendiri lewat situs resmi mereka, menyatakan akan menarik iklan dan memboikot Facebook setidaknya sampai akhir 2020.

Dengan beragam aksi pemboikotan ini, terutama dari Coca-cola, harga saham Facebook merosot sekitar 8 persen pada penutupan Jumat (26/6/2020) waktu setempat.

Baca juga: Protes Karyawan Facebook ke Zuckerberg, dari Bilang Pengecut hingga Mengundurkan Diri

Hal ini juga membuat kekayaan Mark Zuckerberg berkurang sebanyak 7,21 miliar dolar AS atau sekitar Rp 103 triliun.

Lantas, mengapa pemboikotan iklan bisa mempengaruhi bisnis Facebook dan keuntungan yang diperoleh Mark Zuckerberg?

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X