Kisah Mitra GoClean dan GoMassage yang Menggantungkan Hidup pada Aplikasi

Kompas.com - 29/06/2020, 13:00 WIB
Winarni (43), mitra GoClean yang masih menerima order jelang penutupan layanan GoLife pada 27 Juli mendatang. Kompas.com/Wahyunanda KusumaWinarni (43), mitra GoClean yang masih menerima order jelang penutupan layanan GoLife pada 27 Juli mendatang.

KOMPAS.com - "Bunyi (notifikasi) saat order masuk, pasti kami rindukan".

Perkataan Winarni, mitra GoClean yang bergabung sejak 2018 lalu, kemungkinan akan diamini puluhan atau bahkan ratusan mitra GoClean di seluruh Indonesia.

Ini adalah satu bulan terakhir, Winarni dan mitra Goclean yang menggantungkan hidup dari aplikasi, bisa mendengarkan suara "rezeki" yang datang setiap kali ada orderan masuk.

Keluh kesan itu ia perlihatkan sembari menunjukkan bunyi notifikasi yang dimaksud, kepada KompasTekno.

Ini adalah pesanan ketiga yang digarap Winarni pada Minggu (28/6/2020). Dua pesanan lagi, masih menunggu dikerjakan pada sore dan malam harinya.

"Lumayan (ramai)," katanya.

Jumlah pesanan yang ia terima hari itu, sangat jauh jika dibandingkan saat awal masa pandemi Covid-19 pada Maret lalu.

Baca juga: GoClean dan GoMassage Ditutup 27 Juli, Gojek Fokus ke 3 Bisnis Ini

Kala itu dalam sehari, terkadang Winarni hanya mendapat pesanan untuk membersihkan satu rumah pelanggan, tapi seringnya tidak ada pesanan.

Sebulan, Winarni hanya mendapatkan total sekitar 30-an pesanan. Padahal menurut pengakuannya, sebelum pandemi melanda ia bisa menyapu bersih tiga hingga empat pesanan dalam sehari.

"Kalau sebelum corona saya bisa 60 sampai 63 orderan (per bulan) ," ujarnya sembari menjumputi helai-helai rambut yang berserakan di lantai, "kotoran" khas kosan putri.

Kondisi minimnya pesanan seperti yang Winarni alami, secara langsung juga berdampak pada bisnis besar Gojek.

Sehingga pada tanggal 27 Juli mendatang, Gojek akan menutup layanan GoLife yang mencakup GoClean dan GoMassage.

Suka atau tidak suka, pandemi yang berkepanjang turut menggerus bisnis startup ini. Imbasnya, layanan GoLife harus dikorbankan demi perubahan strategi bisnis.

"Sedih lah, pada nangis," ujar Winarni saat mengingat kali pertama mendengar kabar rencana penutupan GoLife.

Baca juga: Layanan GoLife Disetop 27 Juli, Gojek Beri Bantuan untuk Mitra

Seperti Gojek, Winarni juga harus mengubah strateginya mencari nafkah. Namun ia masih bimbang, harus bekerja apa nantinya.

Mitra Berprestasi

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X