Ini 4 Program Facebook untuk Wujudkan Internet Cepat di Indonesia

Kompas.com - 01/07/2020, 12:58 WIB
Facebook Connectivity gizmochina.comFacebook Connectivity

KOMPAS.com - Guna mempercepat koneksi internet di Indonesia, Facebook menggarap empat proyek konektivitas dengan merangkul perusahaan lokal di Indonesia.

Head of Connectivity and Access Policy Facebook APAC, Tom Chottayil Varghese, mengatakan bahwa inisiatif tersebut merupakan langkah Facebook untuk menciptakan koneksi internet yang inklusif dengan dukungan teknologi terbaru.

"Facebook Connectivity bekerja dengan beberapa mitra di Indonesia untuk mengembangkan teknologi baru, model bisnis, dan kemitraan yang mampu menciptakan peluang ekonomi,"
ujar Tom dalam sesi conference call yang digelar di Jakarta pada Rabu (1/7/2020).

Public Policy Associate Manager Facebook Indonesia, Karissa Sjawaldy mengatakan bahwa, peran Facebook bukanlah sebagai penyedia layanan, melainkan penyedia ekosistem.

Facebook juga bekerja sama dengan penyedia jaringan, manufaktur peralatan, dan mitra ekosistem lainnya dalam membantu menyediakan akses internet yang lebih cepat.

"Bisnis kami berhubungan erat dengan operator jaringan dan ekosistem seluler. Kami ingin secara aktif mengembangkan ekosistem untuk membantunya tumbuh dengan kinerja jaringan yang kuat dan inovasi berkelanjutan," ujar Karissa.

Baca juga: Facebook Peringatkan Pengguna Saat Akan Share Berita Lawas

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun keempat proyek Facebook tersebut diantaranya yaitu sebagai berikut:

1. Jaringan Transportasi Terbuka (Open Transport Network)

Di Indonesia, Facebook bekerja sama dengan perusahaan penyedia jaringan, Alita. Kerja sama ini dilakukan utuk membangun 3.000 kilometer kabel fiber untuk menghubungkan lebih dari 1.000 titik jaringan di Bali, Pulau Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.

"Kerja sama ini merupakan investasi kabel fiber terbesar Facebook di Asia hingga saat ini, dan ketika proyek ini selesai, kabel fiber tersebut akan menyediakan layanan akses internet cepat ke lebih dari 10 juta orang di Indonesia," ungkap Tom.

Tom mengatakan, Alita sepenuhnya akan memiliki, membangun, memelihara, mengoperasikan jaringan, dan men-supply kapasitas internet untuk MNO dan ISP.

Sejak Alita dan Facebook mengumumkan inisiatif ini di awal tahun, fase awal penyebaran kabel fiber sepanjang 1.100 kilometer telah dilaksanakan di Bali, Pasuruan, Manado, dan Surakarta (Solo).

2. Express WiFi

Pada Januari 2020, Facebook telah bekerja sama dengan BaliTower yaitu perusahaan penyedia layanan telekomunikasi dan infrastruktur di Indonesia.

"Kemitraan ini bertujuan untuk menyediakan layanan Wi-Fi yang cepat, terjangkau, dan andal bagi para pengguna," ujar Karissa.

Baca juga: Coca-cola dan Unilever Setop Beriklan di Facebook, Mark Zuckerberg Rugi Rp 103 Triliun

Di Indonesia, BaliTower menggunakan platform Express Wi-Fi di lebih dari 100 gedung komersial dan 3.000 hotspot di area Jabodetabek dan Bali untuk menyediakan koneksi WiFi yang cepat, terjangkau, dan dapat diandalkan.

Artinya, infrastruktur BaliTower yang ada akan mendukung konektivitas dan layanan langsung untuk pelanggan Express WiFi.

3. Terragraph

Terragraph merupakan teknologi nirkabel yang dirancang untuk memenuhi permintaan yang semakin besar akan akses internet berkecepatan tinggi di lingkungan perkotaan dan pinggiran kota.

"Terragraph adalah teknologi yang sedang kami kembangkan. Kami fokus dalam membangun ekosistem yang kolaboratif antara vendor chipset, produsen, dan penyedia layanan demi memungkinkan penyebaran internet dengan skala besar dan biaya yang jauh lebih rendah," ujar Karissa.

Baca juga: Rekor Baru Kecepatan Internet Dunia Tercipta, Tembus 44 Tbps

Pada tahun 2018 lalu, Facebook dan XL Axiata juga telah melakukan uji coba Terragraph di Kota Tua untuk menyediakan akses WiFi publik kepada ribuan pengguna selama ajang Asian Games berlangsung.

4. Internet 1O1

Internet 1O1 ini merupakan proyek kerja sama Facebook dengan Indosat Ooredoo yang bertujuan untuk meningkatkan adopsi internet seluler di Indonesia dan membantu pengguna internet pertama kali agar dapat memaksimalkan pengalaman online mereka.

Kampanye ini menyediakan pelatihan one-on-one untuk retailer lokal yang bertujuan mengedukasi konsumen dengan materi yang dikembangkan bersama GSMA.

"Program ini bekerja erat dengan pengecer lokal untuk menyediakan akses internet ke lebih banyak orang yang online. Pengecer yang ada di kalangan masyarakat lokal diberikan pelatihan untuk membantu memahami penggunaan internet," jelas Tom.

Hingga Mei 2020, kampanye ini diklaim berhasil mengedukasi 1,4 juta pengguna dan telah menjangkau 4.578 desa di Indonesia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.