Uji Coba Pesawat B737 MAX agar Diizinkan Terbang Kembali

Kompas.com - 04/07/2020, 16:11 WIB
B737 MAX 7 yang digunakan untuk uji sertifikasi ulang. JournalStar.com/Elaine ThompsonB737 MAX 7 yang digunakan untuk uji sertifikasi ulang.

KOMPAS.com - Boeing bersama dengan regulator penerbangan Amerika Serikat (AS), Federal Aviation Administration ( FAA) selesai melakukan uji terbang B737 MAX.

Pengujian tersebut dilakukan selama tiga hari di Boeing Field, Seattle, agar Boeing bisa kembali mendapatkan sertifikasi laik terbang untuk pesawat B737 MAX.

Sebelumnya, FAA dan regulator penerbangan dari berbagai negara melarang terbang jenis pesawat ini sejak Maret 2019, setelah dua kecelakaan dalam kurun berdekatan, yakni Lion Air JT610 pada Oktober 2018 dan Ethiopian ET302 pada Maret 2019.

Baca juga: KNKT Terbitkan Laporan Lion Air JT610, Ungkap Penyebab Kecelakaan

Inti dari pengujian ini adalah perbaikan di software Maneuvering Characteristics Augmentation System ( MCAS), yang menjadi kunci dalam dua kecelakaan fatal di atas, yang menewaskan total 346 penumpang dan awak.

Pengujian yang dilakukan Boeing dan FAA menggunakan pesawat B737 MAX 7 yang telah dilengkapi software MCAS terbaru yang diajukan Boeing.

Boeing telah mengubah keseluruhan arsitektur software pengontrol penerbangan itu, sehingga sistem kini menggunakan dua komputer pengendali penerbangan, alih-alih hanya satu.

Dengan demikian, komputer MCAS kini menerima input dari dua sensor di masing-masing sisi pesawat.

Dikutip KompasTekno dari Seattle Times, Sabtu (4/7/2020), B737 MAX telah menjalani uji terbang selama dua jam pada Senin, empat jam pada Selasa, dan satu jam 37 menit pada Rabu minggu ini.

Baca juga: Boeing Ketahuan Ganti Nama 737 Max Pesanan Maskapai Eropa

Kini, FAA akan mengevaluasi data yang diambil selama uji terbang tersebut, untuk menilai apakah sistem MCAS yang baru ini sudah bekerja sesuai yang diharapkan, dan memenuhi persyaratan keamanan atau tidak.

Regulator-regulator penerbangan lain juga akan dilibatkan dalam membuat keputusan ini. Tak hanya dari segi software saja, melainkan juga silabus pelatihan baru bagi pilot B737 MAX yang disiapkan Boeing.

FAA bersama dengan regulator dari Kanada, Eropa, dan Brasil mengevaluasi persyaratan training minimum bagi pilot B737 MAX, serta buku panduan instruksinya.

Saat semua sudah memenuhi standar keselamatan, FAA akan menerbitkan imbauan kepada maskapai operator B737 MAX, tentang upgrade apa saja yang harus dilakukan.

Baru setelah semua itu dijalankan, FAA akan mencabut larangan terbang bagi pesawat Boeing 737 MAX.

Baca juga: Kamera Tersembunyi Ungkap Karyawan Boeing Takut Naik B787



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X