Bocoran Data 91 Juta Pengguna Tokopedia Beredar lewat Link di Facebook

Kompas.com - 05/07/2020, 20:35 WIB
|
Editor Oik Yusuf

Ukuran file text berisi bocoran data 91 juta pengguna TokopediaLembaga Riset Siber Indonesia CISSReC Ukuran file text berisi bocoran data 91 juta pengguna Tokopedia
Menurut Pratama, data yang dibocorkan lewat link ini sama dengan bocoran pada awal Mei 2020 lalu, yaitu data yang diambil per bulan Maret 2020 dari Tokopedia.

Hingga hari Minggu (5/7/2020) pukul 10.00 WIB, tautan untuk mengunduh data 91 juta akun Tokopedia masih bisa diakses dan sudah diunduh oleh setidaknya 58 orang. Pada tautan tersebut tertulis link akan kadaluarsa sampai 5 hari kedepan.

Namun, ketika dikonfirmasi oleh KompasTekno, Pratama mengatakan bahwa link terkait sudah dihapus pada Minggu sore tadi, baik di situs Raidforums maupun grup Facebook tempat tautan disebarkan.

"Link yang dijanjikan akan dihapus 5 hari lagi, ternyata sudah tidak aktif, alias menghilang," kata Pratama lewat pesan singkat.

Tanggapan Tokopedia

Lewat pernyataan tertulis, VP of Corporate Communications Tokopedia, Nuraini Razak, mengatakan pihaknya telah mengetahui adanya penyebaran informasi secara ilegal di media sosial dan forum internet terkait data pelanggannya yang dicuri.

"Kami telah melaporkan hal ini ke pihak kepolisian dan juga mengingatkan seluruh pihak untuk menghapus segala informasi yang memfasilitasi akses ke data yang diperoleh melalui cara yang melanggar hukum," ujar Nuraini.

Baca juga: CEO Tokopedia Surati Pengguna Pasca Kebocoran Data, Begini Isinya

Dia menegaskan bahwa ini bukanlah upaya pencurian data baru dan informasi password pengguna Tokopedia tetap aman terlindungi di balik enkripsi.

Meski demikian, Pratama mengatakan bahwa, apabila data tersebut jatuh ke tangan hacker yang ahli melakukan cracking hash, maka password bisa saja diketahui dan selanjutnya dapat terjadi pengambilalihan akun.

Dalam pesan singkatnya, Pratama menyayangkan Tokopedia yang dinilainya kurang serius dalam menangani persoalan sekuriti.

Selain itu, menurut dia, tanpa aturan yang tegas, setiap penyelenggara sistem elektronik baik negara maupun swasta tidak mendapat tekanan untuk membuat sistem dan maintenance terbaik.

Baca juga: Data Tokopedia, Gojek, dan Bukalapak Bocor di Tengah Absennya RUU PDP

“Adanya 91 juta data (pengguna Tokopedia) yang bocor ini membuktikan betapa lemahnya regulasi perundang-undangan kita yang menaungi wilayah siber dan data pribadi. Sekali lagi, RUU Perlindungan Data Pribadi harus segera diselesaikan," ujar Pratama.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X