Apple Ingin iPhone Jadi SIM dan Paspor Digital

Kompas.com - 09/07/2020, 08:01 WIB
ilustrasi iPhone user cnet.comilustrasi iPhone user

KOMPAS.com - Perkembangan teknologi membuat vendor smartphone terus berinovasi untuk menghadirkan fitur-fitur baru yang dapat mempermudah penggunanya.

Seperti baru-baru ini, Apple dikabarkan berencana untuk membuat iPhone menjadi pengganti SIM (Surat Izin Mengemudi) dan paspor fisik.

Berdasarkan sebuah paten yang diajukan oleh Apple, diketahui bahwa Apple tengah menyiapkan sistem verifikasi indentitas untuk dibenamkan dalam iPhone.

Hal itu tentunya mencakup informasi untuk mengidentifikasi perangkat milik pengguna. Proses verifikasi tersebut nantinya akan dicek melalui sebuah server.

Server tersebut akan melakukan verifikasi ulang kepada penyedia verifikasi identitas yang terpisah dengan server.

"Perangkat menerapkan sistem untuk menggunakan klaim identitas terverifikasi, mencakup setidaknya satu prosesor yang dikonfigurasi untuk menerima klaim. Termasuk informasi untuk mengidentifikasi pengguna perangkat," tulis paten tersebut.

Baca juga: Truk Pengangkut 200.000 iPhone Terguling dan Terbakar

Meski demikian, ide untuk memasukkan identitas lengkap pengguna ke dalam satu perangkat iPhone tentunya memiliki risiko yang tinggi.

Misalnya, jika kehilangan ponsel, artinya pengguna juga akan kehilangan akses ke semua dokumen yang tersimpan di dalam smartphone mereka.

Vice President of Apple Pay, Jennifer Bailey menjelaskan bahwa, hal tersebut merupakan gagasan Apple yang tidak mudah untuk direalisasikan dan masih dipertimbangkan hingga saat ini.

Pasalnya, rencana Apple tersebut kemungkinan akan terhambat masalah hukum dan harus mengikuti regulasi dari pemerintah.

Pemerintah juga perlu melakukan autentikasi dokumen digital terlebih dahulu guna memastikan data pengguna valid atau tidak.

Baca juga: iPhone 12 Dijual Tanpa Charger dan Earphone?

"Ide kami bukanlah hal yang baru. Hal serupa sebelumnya telah diterapkan oleh negara Inggris, di mana SIM dapat disimpan secara digital," kata Bailey.

Sebelumnya, inisitaif serupa sudah lebih dulu diadopsi oleh negara Inggris untuk menyimpan SIM secara digital sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Ubergizmo, Kamis (9/7/2020).



Sumber Ubergizmo
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X