Facebook Ungkap Penyebab Tumbangnya Spotify, Tinder dkk di iPhone

Kompas.com - 11/07/2020, 09:30 WIB
ilustrasi Spotify techcrunch.comilustrasi Spotify

KOMPAS.com - Pengguna perangkat iOS melaporkan adanya gangguan saat membuka aplikasi Spotify pada ponselnya, Jumat (10/7/2020) malam waktu Indonesia. Mereka mengaku aplikasi tersebut crash dan tidak dapat terbuka.

Menurut Downdetector, ada 12.709 laporan dari berbagai negara, termasuk Indonesia, terkait masalah aplikasi Spotify hingga pukul 18.40 WIB tadi malam.

Masalah ini ternyata tak hanya menimpa Spotify. Sejumlah aplikasi populer lain seperti Pinterest dan Tinder juga mengalami hal serupa dan gangguan ini hanya dialami pengguna perangkat iOS.

Gangguan tersebut diketahui berasal dari software development kit (SDK) milik Facebook. Kebanyakan aplikasi termasuk Spotify, Pinterest, dan Tinder memang menyediakan opsi log-in menggunakan akun Facebook.

Baca juga: Membedah Jual Beli Akun Premium Tak Resmi Netflix dan Spotify

Dengan melakukan proses log-in menggunakan Facebook, pengguna dapat mengintegrasikan data sehingga tidak perlu lagi melakukan "sign up" atau mendaftar pada aplikasi yang ingin digunakan.

"Baru-baru ini, terjadi perubahan kode yang memicu crash untuk beberapa aplikasi iOS yang menggunakan SDK Facebook," kata juru bicara Facebook dikutip dari The Verge, Sabtu (11/7/2020).

Pihak Facebook pun menegaskan bahwa gangguan tersebut kini telah berhasil diperbaiki dan aplikasi bisa kembali digunakan dengan normal.

"Kami mengidentifikasi masalah dengan cepat dan telah menyelesaikannya. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi," imbuh juru bicara Facebook.

Ini bukan kali pertama kalinya SDK Facebook membuat sejumlah aplikasi dan layanan tidak dapat diakses. Masalah serupa juga pernah terjadi pada 6 Mei lalu.

Baca juga: Bug di Facebook Bikin Ribuan Pengembang Bisa Akses Data Pengguna

Menurut seorang pengembang aplikasi, Guilherme Rambo, Facebook memang mendorong para pengembang aplikasi untuk mengintegrasikan layanan mereka menggunakan SDK Facebook.

Sebagai gantinya, Facebook menjanjikan informasi \mengenai data penggunaan aplikasi yang bisa digunakan untuk iklan.

"Facebook mendorong para pengembang aplikasi untuk memasang SDK mereka, kemungkinan karena mereka mengingingkan data berharga yang mereka kumpulkan dari pengguna aplikasi," kata Guilherme pada Mei lalu.



Sumber The Verge
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X