Oppo Resmikan Teknologi "125W Fast Charge", Isi Baterai Penuh dalam 20 Menit

Kompas.com - 15/07/2020, 17:35 WIB
Ilustrasi Oppo 125W flash charge. OppoIlustrasi Oppo 125W flash charge.

KOMPAS.com - Oppo memperkenalkan teknologi pengisian cepat (fast charging) teranyarnya secara global, Rabu (15/7/2020). Alih-alih mengusung nama "Super VOOC" seperti selama ini, teknologi teranyar tersebut kini diberi nama " 125W flash charge".

Teknologi 125W flash charge diklaim mampu mengisi daya baterai ponsel berkapasitas 4.000 mAh dari 0 hingga 41 persen dalam 5 menit. Sementara pengisian ulang penuh (100 persen) diklaim hanya membutuhkan waktu 20 menit.

Pengisian daya secepat itu pun diklaim aman oleh Oppo. Chief Charging Technology Scientist Oppo, Jeff Zhang, menjelaskan bahwa dalam kondisi baterai penuh, suhu ponsel tak akan mencapai lebih dari 40 derajat Celcius.

Baca juga: Vivo Pamer Video Isi Ulang Baterai Ponsel, Penuh dalam 15 Menit

Grafik teknologi pengisian cepat Oppo 125W Flash Charge.Oppo Grafik teknologi pengisian cepat Oppo 125W Flash Charge.

Menarikya, apabila perangkat diisi dayanya dalam ruangan dengan temperatur yang ideal (tidak disebutkan berapa), maka teknologi 125 flash charge ini disebut mampu mengisi daya ponsel dengan penuh hanya dalam waktu tak kurang dari 15 menit.

"Ketika temperatur ruangan ideal, teknologi 125 flash charge bisa mengisi penuh daya sebuah ponsel dalam hanya waktu 13 menit saja," klaim Jeff dalam acara peluncuran yang digelar Oppo secara online, Rabu (15/7/2020).

Adapun perangkat yang dibekali teknologi demikian juga bakal mengadopsi baterai anyar dengan sebutan "Multiple-tab Double 6C Cell".

Baterai ini dibekali dengan tiga pipa daya pengisian, memungkinkan daya yang dihantarkan dari adapter 125W flash charge tadi, dibagi secara paralel demi menghindari energi panas berlebih.

Baca juga: Xiaomi Bikin Smartphone Tanpa Perlu Di-charge?

Untuk melindungi baterai dan smartphone lebih lanjut, Oppo juga menyematkan 10 sensor temperatur tambahan pada ponsel untuk mendeteksi anomali kenaikan suhu.

Belum diketahui kapan teknologi ini bakal disematkan ke smartphone Oppo. Namun, Public Relations Manager Oppo Indonesia, Aryo Meidianto, sesumbar bahwa 125W flash charge kemungkinan bakal disematkan di ponsel flagship Oppo.

"125W flash charge ini merupakan teknologi paling atas, dan juga kemungkinan ada di seri teratas Oppo seperti Find X series selanjutnya," ujar Aryo dalam sesi terpisah.

AirVOOC 65W, mini SuperVOOC 50W, 110W mini flash charger

Deretan charger teranyar Oppo yang dibekali dengan teknologi fast charging.Oppo Deretan charger teranyar Oppo yang dibekali dengan teknologi fast charging.

Bersamaan dengan teknologi 125W flash charge, Oppo juga memperkenalkan teknologi AirVOOC 65W, adapter charger mini SuperVOOC 50W, serta 110W mini flash charger.

Seperti namanya, AirVOOC 65W merupakan teknologi pengisian daya secara nirkabel besutan Oppo, yang diklaim mampu mengisi baterai 4.000 mAh dalam waktu 30 menit.

Baca juga: Realme C11 Resmi di Indonesia, Baterai 5.000 mAh Harga Rp 1 Jutaan

Untuk meningkatkan efisiensi pengisian daya, AirVOOC 65W dibekali dengan komponen parallel dual coils. Ada pula active semiconductor cooling yang disebut mampu menjaga suhu ponsel tetap di bawah 40 derajat Celcius, ketika sedang diisi dayanya.

Adapun mini SuperVOOC 50W dan 110W mini flash charger sendiri merupakan adapter teranyar yang bertujuan untuk memperkaya ekosistem pengisian cepat Oppo.

Seperti namanya, kedua charger tersebut mengusung desain ringkas dan mudah dibawa-bawa, lantaran bobotnya juga ringan (hanya 60 gram untuk Oppo 50W mini SuperVOOC charger).



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X