Indonesia Beli Heli MV-22 Osprey Rp 28,9 Triliun, Apakah Kemahalan?

Kompas.com - 22/07/2020, 07:03 WIB
Helikopter tiltrotor MV-22 Osprey yang dioperasikan oleh Marinir AS. US Marine CorpsHelikopter tiltrotor MV-22 Osprey yang dioperasikan oleh Marinir AS.
|
Editor Oik Yusuf

KOMPAS.com - Departemen Luar Negeri Amerika Amerika Serikat (AS) telah memberi lampu hijau bagi Bell Textron Inc. untuk menjual heli tiltrotor MV-22 osprey Block C ke Indonesia.

Menurut keterangan dari DSCA, pemerintah Indonesia telah mengajukan rencana pembelian delapan unit helikopter MV-22 Osprey Block C, dengan nilai total pembelian mencapai 2 miliar dollar AS (sekitar Rp 28,9 triliun).

Kabar itu mendapat beragam respons di dalam negeri, sebagian publik menyambut positif karena helikopter angkut itu dinilai cocok digunakan di medan seperti di Indonesia, namun sebagian lain menilai pembelian itu terlalu mahal, dan ada opsi yang lebih murah.

Baca juga: Indonesia Dapat Lampu Hijau Beli 8 Helikopter MV-22 Osprey

MV-22 Osprey menggabungkan keunggulan sebuah helikopter (rotary wing) dengan pesawat terbang (fixed wing).

Desain seperti ini dianggap sesuai dengan karakteristik geografis di Indonesia, khususnya di wilayah pedalaman, yang tidak memiliki infrastruktur runway memadai untuk mendaratkan pesawat angkut.

"Saya melihat pesawat ini sebetulnya cocok untuk kebutuhan Indonesia, di mana untuk kepentingan logistik tidak selalu di kota-kota besar yang ada bandara yang memadai," kata pengamat penerbangan Alvin Lie kepada Kompas.com.

Namun biaya pembelian delapan MV-22 Osprey yang hampir mencapai Rp 29 triliun itu mendapat kritikan dari Alvin. Biaya operasional helikopter ini juga disebut mahal oleh Alvin, dan daya angkutnya terbatas.

"Dugaan saya pemerintah menaruh minat pada pesawat Osprey ini untuk mengangkut logistik yang lebih banyak, dengan biaya lebih murah dan kecepatan lebih tinggi daripada helikopter," ujar Alvin.

Baca juga: FOTO: Wujud Helikopter MV-22 Osprey yang Akan Dibeli Indonesia

Sementara pemerhati alutsista, Haryo Adjie Nogo Seno mengatakan bahwa pembelian MV-22 Osprey adalah lompatan yang terlalu jauh bagi Indonesia.

Haryo berpendapat seharusnya Indonesia dengan anggaran yang dimiliki saat ini, tidak perlu menghabiskannya dengan membeli helikopter secanggih Osprey. "Ibaratnya TNI AU ditawari (jet tempur siluman) F-22 Raptor," kata Haryo.

Halaman:


Sumber kompas.com
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X