Hengkang dari Google, Perancang Teknologi Kamera Pixel Direkrut Adobe

Kompas.com - 22/07/2020, 17:18 WIB
Pembuat teknologi kamera Google Pixel, Marc Levoy, saat memamerkan teknologi kamera Pixel 4 di ajang Made By Google 2019. Youtube/MadeByGooglePembuat teknologi kamera Google Pixel, Marc Levoy, saat memamerkan teknologi kamera Pixel 4 di ajang Made By Google 2019.
Penulis Bill Clinten
|
Editor Oik Yusuf

KOMPAS.com - Beberapa bulan lalu, "otak" di balik teknologi kamera smartphone Google Pixel, Mark Levoy, hengkang dari Google. Belakangan diketahui bahwa dia ternyata berlabuh di perusahaan digital imaging Adobe yang bermarkas di San Jose, California, Amerika Serikat.

Hal tersebut diungkap oleh infomrasi di halaman akun LinkedIn milik Levoy dan keterangan resmi dari Adobe.

Levoy kini menjabat sebagai Vice President & Fellow di Adobe dan memiliki tugas untuk mengembangkan teknologi computational photography melalui sejumlah proyek, seperti Photoshop Camera, Adobe Research, Sensei AI, dan lain sebagainya.

Baca juga: Otak di Balik Canggihnya Kamera Google Pixel Hengkang

Kehadiran Levoy di perusahaan pembuat aplikasi Photoshop ini juga bertujuan untuk mewujudkan visi Adobe demi membuat sebuah "aplikasi kamera universal".

Boleh jadi Adobe ingin membuat sebuah software kamera yang bisa dipakai di beragam perangkat dan platform, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari TheVerge, Rabu (22/7/2020).

dobe sendiri sebenarnya sudah memiliki sejumlah aplikasi kamera untuk ponsel. Sebut saja seperti Adobe Photoshop Camera tadi, serta Adobe Lightroom yang bisa diunduh oleh pengguna smartphone Android dan iOS.

Dengan kata lain, ada kemungkinan Levoy bakal turut mengembangkan kedua aplikasi kamera tersebut dan menghadirkan sederet fitur baru yang bisa saja lebih canggih.

Baca juga: Google Ungkap Tiga Ponsel Pixel untuk Tahun 2020

Saat masih bekerja di Google, Levoy memegang peranan penting di pengembangan teknologi kamera ponsel Pixel. Ia berhasil menghadirkan sejumlah fitur fotografi yang bisa dibilang cukup mumpuni berkat pemanfaatan teknologi computational photography.

Beberapa di antaranya seperti fitur ikonik "Night Sight" yang bisa menciptakan foto yang menawan meski keadaan sekitar minim akan cahaya, fitur "Portrait Mode" untuk mempercantik efek bokeh pada wajah, serta fitur "HDR+" untuk memperkaya detail objek.



Sumber The Verge
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X