Meow Attack, Hacker Hapus Ribuan Data Sisakan Kata "Meong"

Kompas.com - 24/07/2020, 13:50 WIB
Ilustrasi. SHUTTERSTOCK/ALENAOZEROVAIlustrasi.

KOMPAS.com - Ribuan basis data ( database) yang konon tidak dilindungi dengan sistem keamanan (unsecured) dilaporkan telah disabotase oleh pihak-pihak yang tidak berganggung jawab.

Para oknum hacker ini menggunakan sistem penyerangan otomatis (bot), menghapus semua database dan hanya meninggalkan "jejak" berupa kata " meow" atau "meong", bentuk vokalisasi kucing yang paling populer.

Menurut kepala firma riset keamanan siber Comparitech, Bob Diachenko, jenis database yang awalnya menjadi incaran adalah Elasticsearch yang tersimpan di server VPN asal Hong Kong,  UFO VPN, yang juga sempat terekspos ke publik.

Baca juga: Kisah Pilu di Balik Meme Lucu Wanita dan Kucing

Namun, seiring berjalannya waktu, mereka mulai menyerang beberapa jenis database lain, seperti MongoDB, Apache Casandra, dan lain sebagainya.

Hal tersebut diketahui berdasarkan hasil pencarian di situs pencari komputer yang terhubung dengan internet, Shodan, dengan kata kunci "meow".

Bob melanjutkan, alih-alih meminta uang tebusan, pelaku yang melancarkan serangan "meow" ini diduga hanya sekadar iseng saja.

Database yang diincar bisa dihapus langsung tanpa peringatan atau ancaman kepada sang pemilik, diduga serangan ini menggunakan metode search and destroy.

 

"Menurut saya, jika menilik kebanyakan kasus, pelaku yang mengandalkan serangan (meow) ini adalah mereka yang iseng dan ingin bersenang-senang saja lantaran mereka bisa melakukannya dengan mudah," ujar Bob kepada situs ArsTechnica.

Baca juga: Kucing dari Cianjur Juara Kompetisi WeChat

Belum jelas apa maksud atau motif para penyerang database yang menggunakan sebuah istilah yang biasa dipakai untuk suara kucing ini. Namun, satu laporan mengklaim bahwa mereka memang hanya akan mengincar kumpulan basis data yang unsecured saja.

Sebagaimana dirangkum KompasTekno dari BleepingComputer, Jumat (24/7/2020), serangan "meow" kini sudah melanda sekitar 1.800 database, mencakup Elasticsearch (1.395), MongoDB (383), dan Redis (54).

Ada kemungkinan basis data berjenis lain, seperti Apache Casandra, juga terkena imbasnya.

Sebab, situs Shodan disebut bakal terus  terus mengindeks jenis database lain. Sehingga, angka 1.800 tadi juga berpotensi bakal bertambah seiring dengan berjalannya waktu.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

S Pen Kini Hadir Di Galaxy S21 Ultra, Bagaimana Nasib Galaxy Note?

S Pen Kini Hadir Di Galaxy S21 Ultra, Bagaimana Nasib Galaxy Note?

Gadget
Membandingkan Samsung Galaxy S21 Ultra dan S20 Ultra, Apa Saja Bedanya?

Membandingkan Samsung Galaxy S21 Ultra dan S20 Ultra, Apa Saja Bedanya?

Gadget
Ini Smartphone Terjangkau Terbaik untuk Sekolah dari Rumah Menurut Survei Pop ID

Ini Smartphone Terjangkau Terbaik untuk Sekolah dari Rumah Menurut Survei Pop ID

Gadget
Harga Charger Orisinal Samsung Galaxy S21 di Indonesia Jika Dibeli Terpisah

Harga Charger Orisinal Samsung Galaxy S21 di Indonesia Jika Dibeli Terpisah

Gadget
Pesan Berantai Ajak Pengguna WhatsApp Beralih ke Aplikasi Lain, Haruskah Diikuti?

Pesan Berantai Ajak Pengguna WhatsApp Beralih ke Aplikasi Lain, Haruskah Diikuti?

Software
Ini Beda Spesifikasi Samsung Galaxy S21, Galaxy S21 Plus, dan Galaxy S21 Ultra

Ini Beda Spesifikasi Samsung Galaxy S21, Galaxy S21 Plus, dan Galaxy S21 Ultra

Gadget
'Star Wars Battlefront II' Bisa Diunduh Gratis di Epic Games Store, Begini Caranya

"Star Wars Battlefront II" Bisa Diunduh Gratis di Epic Games Store, Begini Caranya

Software
Gempa Majene, Menara BTS Operator Seluler Kehilangan Pasokan Listrik PLN

Gempa Majene, Menara BTS Operator Seluler Kehilangan Pasokan Listrik PLN

e-Business
Data Ratusan Juta Pengguna Instagram, Facebook, dan LinkedIn Bocor

Data Ratusan Juta Pengguna Instagram, Facebook, dan LinkedIn Bocor

Internet
Qualcomm Caplok Startup Milik Perancang Chip Apple, Android Bakal Kalahkan iPhone?

Qualcomm Caplok Startup Milik Perancang Chip Apple, Android Bakal Kalahkan iPhone?

Gadget
Aturan Baru TikTok untuk Pengguna di Bawah 18 Tahun, Sejumlah Fitur Dibatasi

Aturan Baru TikTok untuk Pengguna di Bawah 18 Tahun, Sejumlah Fitur Dibatasi

Software
Xiaomi Masuk Daftar Cekal di AS, Dianggap Perusahaan Militer Komunis

Xiaomi Masuk Daftar Cekal di AS, Dianggap Perusahaan Militer Komunis

Gadget
Tidak Mau Pakai WhatsApp Lagi, Begini Cara agar Tidak Kehilangan Data dan Chat

Tidak Mau Pakai WhatsApp Lagi, Begini Cara agar Tidak Kehilangan Data dan Chat

Software
Spesifikasi Lengkap serta Harga Samsung Galaxy S21, S21 Plus, dan S21 Ultra di Indonesia

Spesifikasi Lengkap serta Harga Samsung Galaxy S21, S21 Plus, dan S21 Ultra di Indonesia

Gadget
Samsung Luncurkan Galaxy Smart Tag untuk Lacak Ponsel Hilang

Samsung Luncurkan Galaxy Smart Tag untuk Lacak Ponsel Hilang

Gadget
komentar di artikel lainnya
Close Ads X