Diserang Ransomware, Garmin Setop Sementara Layanan GPS

Kompas.com - 25/07/2020, 14:03 WIB
Garmin Brand Store di Mal Central Park. ErajayaGarmin Brand Store di Mal Central Park.

KOMPAS.com - Produsen arloji pintar (smartwatch) dan fitness tracker asal Amerika Serikat, Garmin, telah menutup seluruh layanan terkait pelacakan menggunakan GPS, terhitung sejak 23 Juli lalu.

Penghentian tersebut diduga dilakukan akibat adanya serangan ransomware baru bernama "WastedLocker", yang telah melumpuhkan seluruh sistem Garmin, termasuk layanan fitness tracker, flyGarmin, dan aplikasi Garmin Pilot.

Ransomware merupakan program berbahaya ( malware) yang dapat mengenkripsi file dan mengunci data-data milik pengguna. Untuk membuka enkripsi, pelaku biasanya meminta tebusan lebih dahulu.

WastedLocker diklaim sebagai salah satu jenis ransomware yang cerdas, lantaran disebut mampu mengelabui aneka program perlindungan terhadap malware (anti-malware) yang diterobosnya.

Baca juga: Layanan GPS Garmin Tumbang Belasan Jam hingga Kini

Untuk bisa terbebas dari program berbahaya tersebut, sang peretas meminta uang tebusan berkisar 500.000 dollar AS (Rp 7,3 miliar) hingga 1 juta dollar AS (Rp 14,6 miliar) kepada pihak Garmin.

Saat ini, Garmin masih menutup seluruh layanan pelacakan GPS-nya, dan tengah melakukan pemeliharaan sistem (maintenance) hingga beberapa hari ke depan. Hal ini guna mengatasi serangan malware tersebut.

Sejalan dengan penutupan layanan, Garmin telah menon-aktifkan sementara situs web resminya, diikuti dengan penutupan sinkronisasi data pada pengguna layanan Garmin Connect.

Akibatnya, para pengguna tidak dapat membagikan aktivitas olahraga mereka, misalnya berlari atau bersepeda, ke rekan-rekan mereka lewat sejumlah platform terkait, seperti Strava.

Strava sendiri merupakan aplikasi Android dan iOS yang bisa disinkronkan dengan beragam perangkat smartwatch, salah satunya aneka produk buatan Garmin.

Baca juga: Gadget-gagdet Garmin yang Bisa Dibeli di Gerai Erajaya

Perusahaan bahkan turut menutup layanan database penerbangan (flyGarmin) serta sejumlah lini produksinya yang tersebar di wilayah Asia.

Melalui akun Twitter resminya, Garmin menyatakan bahwa penutupan layanan turut memblokir akses panggilan telepon, e-mail, dan obrolan yang dikirim secara online oleh para pengguna.

Tak hanya memengaruhi pengguna smartwatch secara khusus, para pilot yang juga tidak dapat mengakses layanan flyGarmin dan aplikasi Garmin Pilot.

Dirangkum KompasTekno dari ZDNet, Sabtu (25/7/2020), flyGarmin adalah salah satu layanan web Garmin yang mendukung peralatan navigasi penerbangan.



Sumber ZDNet
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X