Layanan GPS Garmin Berangsur Pulih, Data Pengguna Diklaim Aman

Kompas.com - 28/07/2020, 09:30 WIB
Garmin Forerunner 935 GarminGarmin Forerunner 935

KOMPAS.com - Setelah sempat tumbang (down) hampir empat hari, yakni mulai Jumat (24/7/2020) hingga Senin (27/7/2020) kemarin, layanan pelacakan GPS milik Garmin mulai dipulihkan, meski belum secara menyeluruh.

"Sistem yang terpengaruh sedang dipulihkan dan kami berharap dapat kembali beroperasi secara normal dalam beberapa hari ke depan," kata pihak Garmin.

Halaman resmi Garmin ketika diakses menampilkan informasi "akses terbatas", menandakan bahwa layanan Garmin masih belum pulih seutuhnya.

Pihak Garmin pun secara terbuka mengakui telah mengalami serangan siber, yang mengakibatkan perusahaan terpaksa menutup seluruh layanan pelacakan GPS pada sejumlah aplikasi, seperti Garmin Connect dan flyGarmin.

Baca juga: Diserang Ransomware, Garmin Setop Sementara Layanan GPS

Garmin menyebut bahwa tidak ada kebocoran data pengguna selama sistem down, sehingga informasi pribadi pengguna diklaim tetap aman.

"Kami tidak melihat adanya indikasi bahwa data pelanggan, termasuk informasi dari layanan pembayaran Garmin Pay telah diakses, hilang, atau dicuri," kata Garmin.

Meski Garmin mengumumkan telah terjadi seragan siber, namun perusahaan tidak secara spesifik menyinggung ransomware "WastedLocker", yang diperkirakan menjadi penyebab utama tumbangnya layanan Garmin.

Ransomware adalah program berbahaya ( malware) yang dapat mengenkripsi file dan mengunci data-data milik pengguna. Untuk membuka enkripsi, pelaku penyerang biasanya meminta uang tebusan kepada korban.

Baca juga: Toko Resmi Garmin Resmi Hadir di Indonesia

WastedLocker sendiri merupakan salah satu jenis ransomware yang diklaim cerdas, lantaran disebut mampu mengelabui aneka program perlindungan terhadap malware (anti-malware) yang dipasang pada sistem.

Dirangkum KompasTekno dari The Verge, Selasa (28/7/2020), serangan yang diterima Garmin diduga didalangi oleh kelompok peretas yang dikenal sebagai Evil Corp.

Evil Corp diketahui telah mengenkripsi file dan mengunci data-data Garmin. Namun berbeda dari kelompok peretas lain, Evil Corp tampaknya tidak meminta uang tebusan kepada Garmin.

Hal ini memungkinkan Garmin untuk segera memperbaiki sistem tanpa harus membayar uang tebusan kepada pelaku.



Sumber The Verge
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X