Airbus Bikin Pesawat yang Bisa "Autopilot" di Darat dan Udara

Kompas.com - 30/07/2020, 08:26 WIB
Airbus A350-1000. Reska K. Nistanto/KOMPAS.comAirbus A350-1000.
|
Editor Oik Yusuf

KOMPAS.com - Sistem autopilot alias kendali otomatis di pesawat pada umumnya baru diaktifkan setelah takeoff dan mencapai ketinggian tertentu. Fase taxi (bergerak di darat), takeoff, dan landing pada umumnya masih dilakukan secara manual oleh pilot/kopilot.

Beda halnya dengan pesawat Airbus yang satu ini. Pabrikan asal Perancis tersebut baru saja menyelesaikan uji coba pesawat yang bergerak secara autopilot sepenuhnya, termasuk saat taxiing, lepas landas, hingga mendarat.

Airbus menggunakan pesawat jenis A350-1000 XWB sebagai pesawat uji coba sistem autopilot itu. Uji coba diselesaikan pada Juni lalu. Lebih kurang 500 penerbangan telah dilakukan dengan A350-1000 yang dilengkapi dengan teknologi pengenal gambar.

Baca juga: Indonesia Jadi Negara Prioritas Airbus A400M di Asia Pasifik

Sebagai "mata" supaya pesawat bisa "melihat", Airbus memang mengandalkan kamera yang dipasang di luar pesawat. Software pengenal gambar yang disertakan bisa melihat halangan (obstacle) di luar pesawat, dan memerintahkan pesawat untuk menghindar.

Ada beberapa tahap uji coba yang dilakukan Airbus, pertama adalah takeoff otomatis yang dilakukan pada Desember 2019 lalu.

Pesawat Airbus A350-1000 yang jadi testbed uji coba autopilot.Airbus Pesawat Airbus A350-1000 yang jadi testbed uji coba autopilot.
Di bandara Toulouse-Blacgnac di Perancis, pilot hanya menyejajarkan pesawat di landasan secara manual. Sistem autopilot kemudian mengambil alih kemudi sepenuhnya saat pesawat melaju di landasan untuk takeoff.

Baca juga: Software Bermasalah, Pesawat Airbus A350 Harus Reboot Tiap 149 Jam

Biasanya, jika dalam kondisi manual, pilot harus mengoreksi arah pesawat saat melaju di landas pacu akibat angin atau faktor lain. Setelah sukses menguji coba takeoff otomatis, kini giliran uji coba mendarat secara otomatis.

Saat ini memang ada sejumlah bandara dan pesawat yang mendukung autoland (mendarat otomatis), namun uji coba yang dilakukan oleh Airbus mengesampingkan infrastruktur alat bantu navigasi yang dimiliki bandara.

Dengan demikian, pesawat mendarat secara otomatis murni mengandalkan sistem yang dimiliki sendiri, tidak bergantung pada infrastruktur alat bantu navigasi bandara. Airbus sukses melakukan uji coba autoland ini sebanyak 30 kali dalam enam penerbangan.

Sementara untuk uji coba taxiing, walau kelihatannya tugas yang mudah, namun ternyata cukup menantang. Sebab, taxiway lebih sulit diidentifikasi dibandingkan runway, banyak halangan-halangan yang ada di atas apron.

Baca juga: Pesawat Tempur Eurofighter Typhoon, Ditendang Austria Ditangkap Indonesia?

Selama ini, pilot yang mengendalikan pesawat saat bergerak di darat menggunakan kemudi khusus bernama steering tiller, yang ada di sisi kiri kursi. Tiller-lah yang memutar arah roda depan pesawat, saat pesawat bergerak di atas permukaan oleh gaya dorong (thrust) mesin.

Meski telah berhasil menguji coba sistem kendali otomatis pesawat secara penuh di setiap fase penerbangan, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Business Insider, Kamis (30/7/2020) Airbus mengatakan teknologi itu tidak akan menggantikan pilot di kokpit.

Sistem autopilot di darat dan udara ini, menurut Airbus, dimaksudkan untuk meningkatkan keamanan penerbangan dan mengurangi beban yang harus dikerjakan pilot saat terbang.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X