Menelusuri Penyebab Turunnya Trafik Penonton dan Iklan di YouTube

Kompas.com - 30/07/2020, 15:29 WIB
Ilustrasi YouTube user businessinsider.comIlustrasi YouTube user

YouTuber antara lain memperoleh pendapatan dari penonton yang melihat iklan (tanpa skip) di videonya. Iklan dihitung berdasarkan CPM (cost per mile) atau komisi per 1.000 penonton).

Baca juga: Youtuber Keluhkan Trafik dan Adsense Turun, Ini Kata Pengamat

Para pengiklan akan berlomba-lomba menawarkan harga terbaik agar iklannya terpampang di video tersebut.

Semakin banyak iklan yang masuk, penawaran bisa semakin tinggi karena sengitnya kompetisi. Sebaliknya, semakin sedikti pengiklan, penawaran juga akan berkurang karena minimnya kompetisi antar pengiklan.

Selama pandemi, banyak pengiklan yang  menyetop iklannya. Informasi ini diungkap dalam artikel OneZero Medium yang ditulis oleh Chris Stokel-Walker, pewarta ekonomi lepas untuk media ternama seperti The Guardian, The Economist, dan BBC. 

Salah satu konsultan YouTube bernama Carlos Pacheco yang membantu 180 kanal YouTube dengan total hampir 68 juta subscriber, mengatakan rate pengiklan turun rata-rata hampir 50 persen sejak awal Februari.

"Semua orang menyetop iklan mereka di YouTube," kata Pacheco. Padahal, menurut laporan New York Times, trafik penonton di YouTube justru meningkat sebesar 15 persen terhitung dari Januari-April 2020.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Anjloknya ekonomi global turut berdampak ke berbagai perusahaan besar dunia. Walhasil, banyak brand yang merampingkan ikat pinggang di bisnis iklan.

Baca juga: Tips buat YouTuber untuk Menyiasati Turunnya Pendapatan dari Iklan

"Kalau dilihat dari tren dunia memang brand lebih menghabiskan anggaran pemasarannya untuk langsung ke micro influencers, dibandingkan media konvensional karena lebih cost effective," kata Kumar, seorang pengulas gadget di Indonesia di kanal YouTube K2Gadgets

Dari beberapa pengakuan YouTuber kepada KompasTekno, yang kemungkinan berdampak adalah mereka yang fokus pada satu jenis konten tertentu (niche), seperti travel dan otomotif, di mana industri tersebut cukup tergoncang sejak pandemi Covid-19.

Namun soal penurunan penonton secara spesifik, kemungkinan berpengaruh pula terhadap variasi video yang disuguhkan. Seperti yang dilakukan Fitra Eri, seorang YouTuber bidang otomotif.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.