Penonton Turun, Begini Cara YouTuber Bertahan

Kompas.com - 30/07/2020, 18:33 WIB
Ilustrasi Youtube. CnetIlustrasi Youtube.

KOMPAS.com - Kondisi pandemi Covid-19 yang melanda dunia dipercaya telah membuat sejumlah YouTuber, termasuk yang berasal dari Indonesia, kesulitan dalam memperoleh views dan pendapatan.

Hal ini ditandai dengan menurunnya trafik penonton dan iklan dari AdSense dalam beberapa bulan terakhir.

Sejumlah YouTuber mengatakan penurunan penonton bermula sejak awal tahun 2020, sementara sebagian lain mengaku mulai mengalaminya per Februari 2020 atau
sejak awal pandemi Covid-19 di Indonesia.

Baca juga: Cara Mention Kreator Lain di Judul dan Deskripsi Video YouTube

Angka penurunan pun bervariasi, tergantung konten atau segmen video yang disajikan oleh YouTuber. Secara keseluruhan, penurunan trafik penonton harian dilaporkan berkisar mulai dari 30 persen hingga 50 persen.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, sejumlah YouTuber mengubah strategi dalam menyajikan konten dan melakukan pendekatan yang berbeda. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh YouTuber Gadget, Erwin Amrullah dari kanal Estechmedia.

Demi mengoptimalkan jumlah penonton, Erwin mengandalkan platform sosial media sebagai sarana untuk mempromosikan video-videonya.

"Kami coba untuk terus promo cross platform ke media sosial lainnya (Facebook dan Instagram), dan pastinya mencoba membuat konten yang cukup high-demand," kata Erwin kepada KompasTekno, Kamis (23/7/2020).

Sementara YouTuber Travel, Wira Nurmansyah yang umumnya membuat video travelling, kini di masa pandmei Covid-19 ini banting setir dengan membuat konten video yang marak diminati penonton.

"Mungkin bakal shifting ke konten lain yang kondisinya masih sustain, seperti gadget atau kuliner," ujar Wira.

Baca juga: Tidak Ada YouTube di Android Huawei, Ini Penggantinya

Konsistensi adalah kunci

Perubahan strategi dinilai sebagai langkah yang tepat dilakukan, khususnya di tengah pandemi Covid-19. Namun untuk sebagian pihak, konsistensi rupanya merupakan kunci yang tak kalah penting.

Seperti  Kumar misalnya, YouTuber dari kanal K2 Gadgets ini mengaku tidak melakukan perubahan strategi apa pun dalam menyuguhkan konten.

"Tidak terlalu banyak yang telah kami lakukan. Tetap pada jalurnya yang sudah dibangun dari awal sampai sekarang. Alhamdulilah konsistensi ini masih berbuah hasil sampai sekarang," ungkap Kumar.

Kondisi penurunan trafik penonton telah menempatkan para YouTuber dalam posisi yang sulit.

Untuk dapat bertahan di tengah pandemi, YouTuber Hadi Gunawan dari kanal GadgetGaul menyampaikan tips cara memilih konten -khususnya yang berbau gadget- yang banyak diminati oleh penonton.

Baca juga: Menelusuri Penyebab Turunnya Trafik Penonton dan Iklan di YouTube

"Optimalkan penghasilan dari komisi affiliate dengan membahas konten-konten aksesoris yang unik dan harganya terjangkau," ujar Hadi.

"Kalau mau bahas gadget mahal, tidak harus selalu beli baru alias bisa dengan pinjam atau beli second dari teman tech YouTuber lain," imbuhnya.

Penurunan trafik penonton yang dialami para YouTuber diduga dipengaruhi oleh faktor internal YouTube. Beberapa rumor menyebutkan, YouTube telah merombak algoritmanya dan melakukan penyesuaian pada kebijakan monetasi.

Pandemi Covid-19 juga secara tak langsung memengaruhi pendapatan para kreator konten. Para YouTuber mengaku telah mengalami penurunan pendapatan dariiklan AdSense. Ini antara lain disebabkan oleh pengiklan yang memang mengurangi belanja iklan.

Baca juga: Youtuber Keluhkan Trafik dan Adsense Turun, Ini Kata Pengamat



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X