Cara Membedakan iPhone Palsu, Refurbished, dan Rekondisi

Kompas.com - 30/07/2020, 19:02 WIB
ilustrasi iPhone user digitaltrends.comilustrasi iPhone user
Penulis Bill Clinten
|
Editor Oik Yusuf

KOMPAS.com - Pemilik toko PS Store pekan ini diciduk petugas Bea Cukai Jakarta Timur karena diduga menjual ponsel bekas yang masuk lewat jalur ilegal. Terkait hal ini, ada dua istilah yang kerap diasosiasikan dengan ponsel bekas, yakni refurbished dan rekondisi.

Baca juga: Pemilik PS Store Putra Siregar Ditangkap, Diduga Jual Ponsel Ilegal

Keduanya mengacu pada proses peremajaan yang dilakukan pada perangkat bekas sebelum dijual kembali ke calon konsumen. Bedanya terletak pada keaslian komponen pengganti yang digunakan dan standar prosedur pengujian.

Perbedaan refurbished, rekondisi, dan palsu

Ponsel refurbished awalnya adalah sebuah ponsel bekas yang melalui proses peremajaan dan inspeksi oleh pabrikan perangkat yang bersangkutan. Misalnya Apple yang menangani langsung proses refurbish iPhone.

Apabila diperlukan, perbaikan dilakukan dengan memakai sparepart asli (original). Kemudian, ponsel diuji dan dipastikan telah memenuhi standar kualitas pabrikan sebelum dijual kembali dengan harga lebih murah dibandingkan ponsel yang sama dalam keadaan baru.

Baca juga: Ini Bedanya Ponsel Rekondisi, Refurbished, dan Black Market

Sementara, ponsel rekondisi adalah ponsel bekas proses perbaikan atau peremajaannya dilakukan bukan oleh pabrikan, melainkan oleh pihak-pihak non-resmi dengan menggunakan sparepart yang kerap tidak original pula.

Apabila ponsel masih berfungsi secara normal, para pelaku umumnya hanya memperbaiki kondisi bodi ponsel dengan memasang casing yang masih baru.

Namun apabila ada kerusakan, tak jarang pelaku rekondisi akan melakukan proses "kanibal" dengan mencopot komponen hardware dari unit ponsel lain.

Selain ponsel bekas hasil refurbished dan rekondisi, ada juga ponsel palsu yang dijual dalam keadaan bekas maupun baru.

Palsu di sini berarti perangkat yang memiliki desain serupa dengan aslinya, namun "jeroannya" berbeda jauh. Misalnya, beragam model iPhone palsu yang dibekali dengan sistem operasi Android yang dirancang sedemikian rupa agar mirip dengan iOS.

Terkait iPhone, ponsel bikinan Apple tersebut boleh dibilang marak dijual dengan beragam kondisi yang sudah disebutkan di atas. Pengguna pun sejatinya bisa mengetahui status iPhone mereka, apakah itu resmi refurbished dari Apple, hasil rekondisi, atau malah palsu.

Cek nomor model

Cara pertama adalah melalui penelusuran informasi "Model Number" di halaman "About Phone". Halaman tersebut bisa dikunjungi dengan membuka menu pengaturan (Settings), lalu pilih "General", dan pilih menu "About".

Seperti dirangkum KompasTekno dari How to Geek, Kamis (30/7/2020), di halaman tersebut terdapat informasi "Model Number". Nah, yang perlu diperhatikan di sini adalah huruf depan dari nomor model iPhone yang tercantum.

Baca juga: Pemilik PS Store Diciduk, Instagram Toko Masih Jualan dan Sebar Giveaway iPhone

Jika diawali dengan huruf "M", maka ponsel tersebut memang benar-benar produk orisinal yang dibeli secara resmi dari Apple Store atau Apple Authorized Store.

Kemudian, apabila diawali dengan huruf "F", maka iPhone tersebut merupakan hasil refurbished resmi dari Apple. iPhone ini biasanya dijual dengan kemasan bertanda khusus dan harga yang lebih murah, serta tetap mendapatkan garansi resmi 1 tahun.

Lalu, awalan huruf "N" menandakan bahwa iPhone tersebut merupakan unit pengganti (replacement) untuk iPhone orisinal yang rusak atau memiliki cacat pabrik.

Terakhir, apabila nomor model diawali dengan huruf "P", maka iPhone tersebut merupakan produk orisinal yang dipesan oleh suatu orang. Biasanya, produk ini turut diberikan ukiran khusus (engraving)

Selain melihat nomor model, pengguna juga bisa memasukkan nomor serial perangkat mereka masing-masing di situs Apple di tautan berikut.

Hal ini bisa dilakukan untuk mengetahui kapan pertama kali iPhone tersebut diaktivasi, yang mungkin diperlukan ketika pengguna membeli iPhone bekas.

Ilustrasi iPhone 6STheVerge Ilustrasi iPhone 6S

Cek fisik ponsel

Huruf awal di nomor model tadi bisa saja dimanipulasi oleh oknum yang meremajakan atau melakukan rekondisi iPhone secara ilegal.

Sebagai solusi, pengguna bisa mengecek kondisi fisik perangkat tersebut untuk menentukan apakah sebuah iPhone asli (baru) atau hasil refurbished, rekondisi, atau mungkin palsu.

Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengecekan, seperti dirangkum KompasTekno dari Wikihow.

1. Sekrup

Sektor ini mungkin agak sulit dilihat karena butuh kejelian dan mungkin harus membongkar fisik. Sekrup yang digunakan iPhone asli merupakan sekrup pentalobe berujung lima dan berbentuk mirip bintang.

Baca juga: Pemilik Toko PS Store Ditangkap, Ini Kata Erajaya

Sekrup ini resmi digunakan Apple untuk produk-produknya sejak tahun 2009 dengan sebutan "Pentalobular security screws". Sementara iPhone rekondisi biasanya menggunakan sekrup biasa.

2. Tombol Fisik

Pastikan pula tombol fisik yang terpasang, terutama tombol sleep/wake di kanan atas sementara tombol volume ada di sisi kiri. Apabila fungsi tombol tidak sesuai dengan letaknya Anda patut curiga.

Namun, tetaplah waspada karenaada pula iPhone palsu yang tombol fisiknya terletak di tempat yang sama dengan tombol fisik iPhone asli. Untuk memastikannya, tekan tombol berulang kali dan rasakan kualitasnya.

Biasanya, iPhone palsu memiliki kualitas buruk yang terasa tidak pas saat ditekan.

3. Layar

Layar iPhone asli pasti lebih jernih dan tidak pixelated. Sebab, iPhone asli menggunakan retina display yang memiliki kerapatan piksel lebih tinggi dan membuat layar terlihat lebih tajam dan penuh warna.

Sebaliknya, layar iPhone palsu lebih kusam, karena menggunakan komponen murah. Cobalah untuk menggerakan layar home dari kanan ke kiri secara cepat. Jika terjadi lag, kemungkinan iPhone tersebut palsu.

4. Logo

Tentunya iPhone asli memiliki logo Apple dengan buah tergigit di sisi kanan di punggungnya. Namun, banyak pelaku menempelkan logo abal-abal agar tampak seperti asli.

Cara yang bisa dilakukan adalah dengan meraba bagian casing dan logo. Rasakan punggungnya, apabila ada tekstur yang berubah dari casing dan logo, bisa jadi iPhone yang Anda pegang adalah hasil rekondisi.

5. Slot Kartu SIM

Perlu diingat bahwa iPhone hanya memiliki satu slot kartu SIM. Apabila si penjual mengatakan iPhone tersebut bisa menggunakan dual SIM fisik secara bersamaan, sebaiknya Anda tinggalkan karena kemungkinan besar adalah barang palsu.

Baca juga: Apple Pinjamkan iPhone Khusus untuk Hacker

iPhone asli juga tidak memiliki slot memori eksternal untuk memperluas ruang penyimpanan.

6. IMEI

Mengecek nomor IMEI lebih dulu adalah keharusan. Cek berapa nomor IMEI iPhone tersebut dengan melakukan panggilan ke nomor *#06# atau pergi ke Setting - General - About phone untuk melihat nomor IMEI ponsel.

Kemudian, lakukan verifikasi di laman resmi Apple dengan memasukan nomor seri hardware IMEI. Apabila keterangan yang muncul adalah "invalid", kemungkinan besar iPhone tersebut palsu.

7. iOS bukan Android

iPhone asli tentu saja akan menggunakan iOS sebagai sistem operasi. Ada beberapa cara untuk memastikan apakah iOS tersebut benar-benar berfungsi maksimal.

Pertama pastikan asisten virtual Siri berfungsi. Kedua, pastikan iTunes berjalan baik. Caranya adalah dengan mengoneksikan iPhone yang Anda miliki ke komputer, kemudian jalankan iTunes.

Baca juga: Apple Mulai Produksi iPhone 11 di India

Apabila iTunes tidak mengenali perangkat, sudah pasti bukan asli. Bisa juga dengan mengecek aplikasi bawaan iPhone seperti Compact, Compass, Settings, Calculator, Music, dan Photos. Jika ada yang hilang bisa jadi iPhone tersebut telah di-jailbreak.

8. Cek kamera

iPhone dikenal sebagai salah satu smartphone dengan kualitas baik yang punya ciri kjas sendiri. Jika hasil jepretan tidak sebaik iPhone asli, mungkin ponsel tersebut palsu.

Untuk semakin meyakinkan, cobalah kembalikan sistem ke mode pabrik. Jika aplikasi-aplikasi bawaan ternyata tidak ada, bisa dipastikan bahwa iPhone tersebut palsu.

9. Cek kemampuan multitasking

Cobalah untuk melakukan multitasking dengan membuka beberapa apliakasi secara bersamaan.Biasanya, iPhone palsu akan kesulitan menjalankan dua apliaksi atau lebih secara bersamaan.

Sebaliknya, iPhone asli akan tetap berjalan dengan relatif mulus meski banyak aplikasi terbuka di latar belakang.

10. Harga murah dan tidak ada garansi resmi

iPhone palsu atau rekondisi akan dijual dengan harga yang terlampau murah bahkan dari iPhone asli bekasnya. Penjual juga tidak akan memberikan garansi ke pusat layanan resmi Apple.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X