Makin Kaya, Zuckerberg Kini Jadi "Centibillionaire" Setara Bill Gates

Kompas.com - 09/08/2020, 08:26 WIB
CEO Facebook, Mark Zuckerberg. FacebookCEO Facebook, Mark Zuckerberg.

KOMPAS.com - Untuk pertama kalinya, nilai kekayaan CEO Facebook, Mark Zuckerberg melebihi 100 miliar dollar AS (sekitar Rp 1.460 triliun). Walhasil, Zuckerberg resmi menyandang gelar sebagai centibillionaire, bersama dengan Jeff Bezos dan Bill Gates.

Sebagai informasi, centibillionairemerupakan sebutan bagi para orang-orang yang kekayaannya lebih dari 100 miliar dollar AS.

Jeff Bezos masih menduduki peringkat pertama oang terkaya di industri teknologi dengan nilai kekayaan mencapai 113 miliar dolar AS atau sekitar Rp 1.834 triliun. Bill Gates berada di posisi kedua dengan kekayaan 98 miliar dolar AS (Rp 1.600 triliun).

Meski tahun 2020 belum genap, namun nilai kekayaan Zuckerberg telah bertambah 22 miliar dollar AS (Rp 323 triliun). Sebagian besar kekayaan pria berumur 36 tahun itu diketahui berasal dari 13 persen saham Facebook.

Baca juga: Apple, Facebook, dan TikTok Dikenai PPN 10 Persen Mulai 1 September

Menurut Bloomberg Billionaires Index, melonjaknya kekayaan Zuckerberg senantiasa dipengaruhi oleh kenaikan nilai saham yang dialami oleh Facebook.

Nilai saham perusahaan asal Monte Carlo, California, AS itu meroket tak lama setelah peluncuran Instagram Reels, fitur video yang digadang-gadang sebagai pesaing TikTok.

Reels sendiri bukanlah sebuah aplikasi, melainkan sebuah fitur baru yang disematkan di dalam Instagram Camera.

Dengan Reels, pengguna dapat membuat video pendek berdurasi 15 detik diiringi dengan beragam musik, efek, serta tingkat kecepatan video langsung dari fitur kamera di aplikasi Instagram.

Meski serupa dengan TikTok, Product Director Instagram Robby Stein mengklaim bahwa Reels berbeda dari aplikasi bikinan ByteDance.

Ia mengakui bahwa TikTok merupakan aplikasi pelopor pertama yang memopulerkan konten dengan format video pendek.

Baca juga: Instagram Reels Resmi Meluncur di 50 Negara, Siap Saingi TikTok

"Menurut saya, TikTok layak dihargai karena telah memopulerkan format video pendek. Namun pada akhirnya, tidak ada dua produk yang sama persis, begitu juga produk kami (berbeda)," kata Robby dikutip KompasTekno dari The Verge, Minggu (9/8/2020).

Saat ini, Instagram Reels sendiri telah diluncurkan secara bertahap. Terdapat sekitar 50 negara yang sudah dapat mencicipi fitur anyar ini.

Adapun negara-negara tersebut terdiri dari Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Australia, India, dan beberapa negara lainnya.



Sumber The Verge
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X