Di China, Main Game Online Wajib Pakai Nama Asli

Kompas.com - 10/08/2020, 07:04 WIB
Ilustrasi orang yang sedang bermain game Apps to followIlustrasi orang yang sedang bermain game

KOMPAS.com - Ketika sedang membuat karakter baru di dalam game online, tak jarang pemain akan menggunakan nama panggilan (nickname) yang unik dan menarik.

Nickname tersebut nantinya akan menjadi identitas untuk membedakan karakter yang dimiliki oleh pemain satu dengan pemain lainnya. Namun para gamer di China tidak lagi dapat membuat nickname saat bermain game online.

Departemen Publisitas Komite Sentral Partai Komunis China, Feng Shixin mengatakan bahwa game online yang beroperasi di negara tersebut wajib menerapkan sistem otentikasi yang dikelola langsung oleh pemerintah.

Baca juga: Inilah 3 Merek Smartphone yang Paling Sering Dipalsukan di China

Gamer wajib mendaftar ke sistem milik pemerintah sebelum bermain suatu game online. Nama asli yang didaftarkan di sistem pemerintah itu akan dicocokkan dengan identitas (ID) pemain di dalam game. 

Kebijakan tersebut dilakukan pemerintah China diduga sebagai upaya dalam membatasi jumlah waktu yang dihabiskan anak-anak dan remaja saat bermain game online.

Lebih lanjut, Feng Shixin menjelaskan bahwa sistem anyar itu akan mulai diterapkan pemerintah China terhitung mulai September mendatang.

Dua perusahaan gaming China, Tencent dan NetEase diketahui telah menerapkan sistem otentikasi ini. Namun, sistem yang dimiliki keduanya dikontrol secara langsung oleh mereka sendiri, tanpa melibatkan campur tangan pemerintah.

China memang dikenal sebagai negara yang ketat memberlakukan aturan-aturan di industri gaming di negaranya. Beberapa waktu lalu, China mewajibkan penerbit game mengirimkan game buatan mereka ke pemerintah pusat, untuk ditinjau sebelum dijual.

Baca juga: China Blokir Twitch, Streaming Game yang Meroket saat Asian Games 2018

Dari kebijakan itu, pemerintah China berhasil memblokir 100-an game yang beroperasi tanpa izin pada awal 2020 lalu. Untuk mencegah pelanggaran lebih lanjut, pemerintah China akan meningkatkan regulasi pemblokiran yang selama ini telah dijalankan.

Ditambah dengan kebijakan penggunaan nama asli, menandakan bahwa pemerintah China semakin khawatir dengan kegiatan gaming yang beroperasi di negaranya.

Pada 2018 lalu, pemerintah China membatasi waktu bermain dan jumlah uang yang dibelanjakan untuk transaksi di dalam game, bagi pemain yang masih di bawah umur, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari The Register, Senin (10/8/2020).



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X