Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tekanan Pemerintah AS Bikin Huawei Setop Produksi Chipset Kirin

Kompas.com - 11/08/2020, 11:15 WIB
Wahyunanda Kusuma Pertiwi,
Yudha Pratomo

Tim Redaksi

Sumber Reuters

KOMPAS.com - Bisnis Huawei semakin terseok karena pemerintah AS yang terus menerus menekan perusahaan asal China ini.

Bahkan dalam waktu dekat, Huawei disebut akan berhenti dari bisnis semikonduktor dan tidak lagi memproduksi chipset Kirin yang selama ini tertanam di lini ponsel Huawei.

CEO Consumer Business Unit Huawei, Richard Yu, mengatakan bahwa tekanan AS terhadap pemasok komponen semikonduktor Huawei membuat HiSilicon - divisi semikonduktor Huawei - kesulitan memproduksi chipset Kirin.

HiSilicon sampai saat ini memang masih mengandalkan pasokan hardware dan software dari beberapa perusahaan AS untuk memproduksi chipset, salah satunya adalah Cadence Design System Inc atau Synopsys Inc.

Divisi HiSilicon Huawei mengandalkan perangkat lunak dari Cadence Design Systems Inc atau Synopsys Inc untuk merancang chip buatannya.

"Mulai 15 September dan seterusnya, prosesor flagship Kirin tidak bisa diproduksi. Chip dengan dukungan AI kami juga tidak bisa dibuat. Ini merupakan kerugian besar bagi kami," kata Yu.

Baca juga: Mantan Bos Google Ungkap Alasan AS Menyerang Huawei

Kabarnya, Huawei Mate 40 yang akan dirilis September mendatang akan menjadi ponsel terakhir yang ditenagai chipset Kirin.

Untuk diketahui, HiSilicon memproduksi chip untuk berbagai produk Huawei, termasuk Kirin yang selama ini hanya disematkan ke smartphone Huawei atau sub-brand-nya, Honor.

Kirin juga menjadi chip yang dianggap memiliki kualitas hampir setara dengan chip besutan Qualcomm.

"Huawei mulai mengeksplorasi sektor chip sejak 10 tahun lalu, mulai dari sangat tertinggal menjadi sedikit tertinggal, untuk mengejar dan kemudian menjadi pemimpin. Kami berinvestasi cukup besar untuk tim riset dan pengembangan dan kami melalui proses yang sulit," jelas Yu.

Dirangkum KompasTekno dari Reuters, Selasa (11/8/2020) konflik politik AS-China memang belum mereda dan justru semakin memanas. Huawei menjadi salah satu 'korban' konflik politik bilateral ini.

Baca juga: AS Anggap Huawei dan ZTE sebagai Ancaman Nasional

Tekanan AS dimulai sejak pemerintahan Trump menangguhkan bisnis Huawei dengan perusahaan AS bulan Mei 2019 lalu, setelah memasukannya ke daftar entity list.

Dalih ancaman keamanan nasional dan menuding perusahaan China berbagi data pengguna ke pemerintah China, menjadi alasan AS. 

Beberapa negara 'sahabat' AS juga mulai menangguhkan pengembangan teknologi 5G yang dipasok dari China, seperti Huawei dan ZTE.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Reuters


Rekomendasi untuk anda
28th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com