Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Google dan Qualcomm Suntik Dana ke HMD Global, Ingin Bangkitkan Lagi Nokia?

Kompas.com - 13/08/2020, 09:07 WIB
Bill Clinten,
Yudha Pratomo

Tim Redaksi

Sumber Reuters

KOMPAS.com - Pemilik lisensi merek smartphone Nokia, HMD Global, mendapatkan suntikan dana sebesar 230 juta dollar AS (sekitar Rp 3,4 triliun) dari sejumlah perusahaan teknologi ternama. Beberapa di antaranya mencakup Google, Qualcomm, dan Nokia Technologies.

Investasi yang masuk dalam seri A2 tersebut rencananya bakal digunakan untuk mempercepat pengembangan perangkat 5G melalui merek Nokia.

"Investasi dari beberapa mitra strategis ini memungkinkan kami untuk menggenjot rencana kami ke depan," kata Chief Executive Officer HMD Global, Florian Seiche.

Sejauh ini, Nokia memang belum banyak memproduksi perangkat 5G. Nokia baru memiliki satu smartphone yang memiliki kemampuan jaringan 5G.

Ponsel tersebut adalah Nokia 8.3 5G, smartphone "berotak" Snapdragon 765G yang sempat dirilis akhir Maret lalu dan dijual dengan harga termurah 599 Euro (sekitar Rp 10,4 juta).

Baca juga: Nokia 8.3 Diperkenalkan, Ponsel 5G Pertama dari HMD Global

Banderol tersebut sejatinya lebih mahal dibanding perangkat 5G lain yang ditenagai chipset yang sama, sebut saja Mi 10 Lite yang dirilis di bulan yang sama.

Ponsel Snapdragon 765G dari Xiaomi itu dibekali dengan fitur 5G, namun harganya dipatok di angka termurah 350 Euro (sekitar Rp 6 juta).

Dengan investasi ratusan juta dollar AS ini, HMD Global berniat untuk memboyong fitur 5G ke perangkat di segmen yang lebih rendah dengan harga yang pastinya lebih terjangkau, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Reuters, Kamis (13/8/2020).

Seiche sendiri memprediksi bahwa perangkat 5G bakal bertebaran di pasar menjelang akhir tahun ini. Sehingga, HMD Global agaknya perlu "tancap gas" untuk berkompetisi dengan vendor smartphone lainnya.

Baca juga: Pria Magelang Bikin HP Kentang dari Nokia 3310

"Kami percaya bahwa perangkat 5G akan bertebaran di pasar menjelang akhir 2020. Kami juga yakin bahwa perangkat (5G) kelas menengah kemungkinan bakal banyak diluncurkan di awal tahun 2021," tutur Seiche.

Selain mempercepat pengembangan perangkat 5G, suntikan dana segar ini juga bakal dimanfaatkan untuk terus menggemukkan portofolio feature phone, serta menggandeng sejumlah operator seluler di beberapa kawasan seperti Afrika, India, hingga Brasil.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Reuters


Rekomendasi untuk anda
28th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com