Pembuat "Fortnite" Terancam Tak Bisa Bikin Game di iPhone Lagi

Kompas.com - 21/08/2020, 11:42 WIB

Sebagai respons atas ancaman tersebut, Epic Games meminta pengadilan untuk mencegah Apple agar tidak melancarkan segala langkah atau aksi yang merugikan Epic, termasuk menjaga akun Apple Developer Program milik mereka.

Baca juga: iPhone Berisi Game Fortnite Dijual Ratusan Juta Rupiah di eBay

Sebab, Epic mengklaim langkah Apple ini sudah di luar batas dan nantinya, apabila terwujud, bakal turut menggerus reputasi serta bisnis mereka secara keseluruhan, bukan hanya Fortnite saja.

"Bukan hanya menghapus Fortnite dari App Store, Apple menyerang seluruh bisnis Epic di ranah yang tidak berkaitan," kata Epic dalam dokumen permintaan ke pengadilan yang diajukan pekan ini.

"Langkah Apple kemudian akan merusak reputasi Epic dan mengancam masa depan bisnis Unreal Engine," imbuh Epic.

Unreal Engine sendiri merupakan teknologi yang ditawarkan Epic kepada para pengembang (developer) pihak ketiga sebagai sarana untuk merancang sebuah aplikasi atau game.

Artinya, apabila langkah Apple tadi terwujud, maka para pengembang ini bisa saja bakal beralih ke teknologi lain hanya untuk sekadar membuat produk bikinan mereka eksis di ekosistem Apple.

Hal ini kemudian akan "menghancurkan" bisnis dan reputasi Epic secara perlahan, bahkan sebelum kasus ini sampai ke sidang pengadilan.

Baca juga: Pembuat Fortnite Siapkan Toko Game Android Pesaing Play Store

"Reputasi dan kepercayaan konsumen akan hilang dan sulit untuk diperbaiki. Permintaan ini perlu diajukan untuk mencegah Apple menghancurkan bisnis Epic sebelum kasus ini sampai ke sidang pengadilan," pungkas Epic.

Berawal dari opsi pembayaran

Seperti diketahui, drama pemblokiran oleh Apple ini berawal dari langkah Epic yang menggelontorkan opsi pembayaran terbaru di Fortnite versi App Store, dan juga Google Play Store, dengan iming-iming diskon sebesar 20 persen.

Opsi ini diluncurkan karena Apple dan Google dianggap "memberatkan" para pengembang atas pajak yang diambil di kedua platform, yakni sebesar 30 persen dari nilai transaksi (in-app purchase) yang terjadi.

Kehadiran opsi pembayaran ini lantas membuat Apple dan Google geram dan langsung menendang aplikasi Fortnite dari App Store dan Play Store.

Sebab, segala transaksi di aplikasi yang terdaftar di kedua toko aplikasi tersebut harus dikelola langsung oleh perusahaan (dan dikenakan pajak 30 persen) dan Epic dianggap telah melanggar peraturan tersebut.

Halaman:


Sumber Mac Rumors
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X