Asosiasi Sebut Blokir Ponsel BM Lewat IMEI Baru Bisa Dimulai 31 Agustus

Kompas.com - 24/08/2020, 18:03 WIB

KOMPAS.com - Aturan IMEI yang telah diimplementasikan 18 April 2020 lalu masih belum optimal. Pemblokiran ponsel ilegal atau black market (BM) harus molor hingga pertengahan tahun 2020 karena sejumlah kendala.

Pada Juni lalu, Achmad Rodjih, Plt. Direktur Industri Elektronika dan Telematika Ditjen ILMATE Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengatakan mesin blokir ponsel ilegal atau black market (BM) akan mulai optimal 24 Agustus 2020, atau hari ini.

Namun hingga berita ini ditayangkan, pemblokiran ponsel BM masih belum juga efektif.

"(Hari ini) belum efektif, saya pikir paling lambat 31 Agustus bisa berjalan," jelas Ketua Bidang Hubungan Pemerintahan Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia (APSI), Syaiful Hayat dihubungi KompasTekno, Senin (24/8/2020).

Baca juga: Tak Jadi Hari Ini, Blokir Ponsel BM lewat IMEI Molor Lagi

Hal senada juga dilontarkan Sekjen Asosiasi Penyelengngara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), Marwan O.Baasir. Dia mengatakan sesuai peraturan menteri, aturan IMEI akan berjalan optimal pada 31 Agustus 2020.

"Enggak mungkin lah tanggal 24 Agustus. Seharusnya kalau sesuai Permen (Peraturan Menteri) tanggal 31 Agustus, kami akan mencoba penuhi tanggal itu," jelas Marwan.

Marwan mengatakan salah satu alasan molornya rencana pemblokiran adalah masalah administrasi. Ia menjelaskan, saat ini mesin hardware Central Equipment Identity Register (CEIR) belum diserahkan ke pemerintah dalam hal ini Kemenperin.

Mesin ini bertugas untuk memverifikasi data dari mesin Equipment Identity Registration (EIR) yang ada di sisi operator seluler, untuk selanjutnya dilakukan pemblokiran terhadap ponsel ilegal atau black market (BM).

Marwan menjelaskan bahwa ATSI masih menunggu berita acara serah terima database berisi TPP Impor dan TPP Produksi dari pemerintah.

Baca juga: Ini Sebab Ponsel BM Tetap Bisa Dipakai meski Blokir IMEI Sudah Disahkan

"Karena CEIR yang beli operator, nanti baru akan kita serahkan ke pemerintah ketika seluruh proyek timeline dari CEIR ini selesai, jadi kami tidak mau menyerahkan di tengah jalan," jelas Marwan dihubungi KompasTekno, Jumat (21/8/2020).

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.