Selain di Indonesia, Izin Siaran di Medsos Juga Dipermasalahkan di Malaysia

Kompas.com - 28/08/2020, 12:31 WIB

"Ini bisa merugikan produser, sutradara, dan bahkan kru produksi film karena tidak ada yang mau menonton film kita setelah YouTuber membuat konten ulasan tersebut," kata Ellie.

Ellie berencana akan mengirimkan memorandum ke Malaysian Communications and Multimedia Commission (MCMC) dan otoritas lainnya terkait lisensi YouTube.

Perubahan UU Penyiaran

Kembali ke persoalan izin penyiaran bagi platform OTT di Indonesia, RCTI dan iNewsTV meminta Mahkamah Konstitusi (MK) mengubah Undang-Undang Penyiaran Nomor 32 Tahun 2002.

Kedua stasiun televisi itu mendesak agar penyedia layanan siaran melalui internet, seperti di platform media sosial, juga turut diatur dalam Pasal 1 angka 2 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran.

Baca juga: Menkominfo Imbau Penyedia Layanan TV Analog Segera Migrasi ke Digital

Pemohon menilai bahwa Pasal 1 angka 2 UU Penyiaran hanya mengatur penyelenggara penyiaran konvensional, dan tidak memberlakukan aturan tersebut pada layanan over the top (OTT).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, diketahui bahwa layanan OTT tersebut juga menyediakan fitur siaran live di media sosial, seperti di Instagram, Facebook, YouTube, dan Twitch.

Apabila permohonan itu dikabulkan, masyarakat tidak akan bisa lagi mengakses media sosial secara bebas. Pasalnya, tayangan audio visual akan diklasifikasikan sebagai kegiatan penyiaran yang harus memiliki izin siar.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X