Jika Gugatan RCTI Dikabulkan, Facebook, Google, dkk Akan Diawasi KPI?

Kompas.com - 28/08/2020, 19:00 WIB
Ilustrasi KPI KOMPAS/PRIYOMBODOIlustrasi KPI

KOMPAS.com - Komisi Penyiaran Indonesia ( KPI) tidak menutup kemungkinan memiliki wewenang mengawasi layanan over the top ( OTT), seperti Facebook, Netflix, atau Google, apabila gugatan RCTI dan iNews dikabulkan.

RCTI dan iNews menggugat Undang-undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran (UU Penyiaran) kepada Mahkamah Konstitusi (MK).

Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Yuliandre Darwis, mengungkapkan peluang tersebut apabila telah disepakati bahwa perusahaan OTT, seperti Google, Facebook, dan YouTube menjadi lembaga penyiaran.

"Kalau penyiaran bisa jadi di bawah KPI. Ini bicara kontennya ya," jelas pria yang kerap disapa Andre itu, kepada KompasTekno, Jumat (28/8/2020)

Untuk diketahui, isi gugatan yang diajukan RCTI dan iNews meminta agar ada perubahan definisi penyiaran dalam UU Penyiaran agar turut mencakup layanan OTT.

"Dengan demikian, berbagai macam layanan OTT khususnya yang masuk kategori konten/video on demand/streaming pada dasarnya juga memproduksi konten-konten siaran, sehingga seharusnya masuk ke dalam rezim penyiaran. Hanya saja perbedaannya dengan aktivitas penyiaran konvensional terletak pada metode pemancarluasan/penyebarluasan yang digunakan," tulis gugatan tersebut.

Baca juga: Duduk Perkara Gugatan RCTI yang Ancam Kebebasan Siaran Live di Medsos

Andre menjelaskan, semua lembaga penyiaran di Indonesia harus patuh dengan peraturan penyiaran. Seperti aturan soal konten yang melarang adegan berbau sadisme atau pornografi.

Sehingga, perusahaan OTT harus turut diawasi apabila nantinya menjadi lembaga penyiaran, sesuai gugatan yang diajukan RCTI dan iNews.

"Saya sangat setuju sekali kalau hal ini bisa diawasi, apapun lembaganya tidak harus KPI. Tetapi kalau UU penyiaran, tentu itu adalah KPI," imbuhnya.

Ia menolak anggapan bahwa adanya regulasi justru melemahkan industri penyiaran. Justru, menurut Andre, regulasi berfungsi untuk mendorong pertumbuhan industri dalam negeri.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X