Facebook Gugat Penjual "Like" dan "Followers" Palsu

Kompas.com - 31/08/2020, 14:27 WIB

KOMPAS.com - Facebook masih berjibaku dengan urusan penjual like, komentar dan follower palsu yang beredar di jejaringnya. Perusahaan media sosial ini kembali mengambil langkah hukum untuk menggugat para penjual tersebut.

"Kami mengajukan gugatan secara terpisah di Inggris dan Amerika Serikat," tulis Facebook dalam situs resminya. Menurut Facebook, pihak-pihak tergugat tidak memenuhi permintaan untuk diaudit.

Lewat tuntutannya, Facebook berharap akan bisa melakukan audit dan mendapat perintah pengadilan untuk memperkuat pemblokirannya terhadap developer terkait.

Baca juga: Twitch, Facebook Live, Instagram Live, dan YouTube Live Terancam Dilarang di Indonesia

Facebook mengatakan baru pertama kali mengajukan gugatan untuk pengembang di Inggris.
Adapun pengembang yang digugat Facebook Inc. dan Facebook Ireland adalah MobiBurn, OakSmart Technologies serta pendirinya, Fatih Haltas.

"MobiBurn mengumpulkan data pengguna dari Facebook dan perusahaan media sosial lain dengan membayar pengembang aplikasi untuk menginstal Software Development Kit (SDK) berbahaya di aplikasi mereka," jelas Facebook.

Lebih lanjut, Facebook menjelaskan, saat pengguna memasang aplikasi-aplikasi yang telah "disusupi" tadi, MobiBurn akan mengambil informasi dari perangkat dan meminta data dari Facebook, termasuk nama pengguna, zona waktu, alamat e-mail dan gender.

Menurut Facebook, MobiBurn tidak membahayakan Facebook, tapi mereka menggunakan SDK berbahaya untuk mengambil data pengguna. Facebook juga menggugat layanan engagement palsu bernama "Nakrutka" yang dioperasikan perusahaan Nikolay Holper.

Baca juga: Mengintip Pabrik Pemberi Like Palsu di Media Sosial

Menurut Facebook, Nakrutka menggunakan jaringan bot dan software otomasi untuk mendistribusikan like, komentar, views, dan followers palsu di Instagram. Mereka turut menjual layanan engagement palsu untuk pengguna Instagram di website berbeda.

Facebook mengatakan telah menon-aktifkan akun yang terkait dengan layanan Holper dan memberi peringatan bahwa Holper melanggar kebijakan platform. Gugatan terhadap Nakrutka diajukan oleh Facebook Inc dan Instagram LLC di San Francisco, AS.

Dihimpun KompasTekno dari Engadget, Senin (31/8/2020), ini bukan kali pertama Facebook memburu para penjual like dan komentar palsu. Sebelumnya, Facebook mengugat pengembang asal Spanyol dengan alasan serupa.

Baca juga: Facebook dan Instagram Gugat Penjual Like dan Akun Palsu

Pada tahun 2019, sebuah perusahaan pengembang software asal Selandia Baru juga digugat karena menjual layanan engagement palsu.

Di tahun yang sama, Facebook dan Instagram juga melayangkan gugatan ke pengadilan federal AS, ditujukan kepada empat perusahaan dan tiga orang yang berdomisili di China karena menjual akun, followers, dan like palsu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber ENGADGET
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Daftar Harga iPhone 13, iPhone 13 Mini, iPhone 13 Pro, iPhone 13 Pro Max Terbaru Agustus 2022

Daftar Harga iPhone 13, iPhone 13 Mini, iPhone 13 Pro, iPhone 13 Pro Max Terbaru Agustus 2022

Gadget
India Mulai Batasi Peredaran HP Murah Buatan Xiaomi, Realme, dkk

India Mulai Batasi Peredaran HP Murah Buatan Xiaomi, Realme, dkk

e-Business
Merasakan Keseruan 'BTS New York Takeover' saat Peluncuran Galaxy Z Flip 4 dan Galaxy Z Fold 4

Merasakan Keseruan "BTS New York Takeover" saat Peluncuran Galaxy Z Flip 4 dan Galaxy Z Fold 4

Gadget
Resmi Dibuka, Oppo Gallery Gandaria City Hadirkan Konsep Segar Kolaborasi Seni dan Teknologi

Resmi Dibuka, Oppo Gallery Gandaria City Hadirkan Konsep Segar Kolaborasi Seni dan Teknologi

BrandzView
Samsung Galaxy Z Flip 4 Resmi Meluncur dengan Baterai Lebih Besar

Samsung Galaxy Z Flip 4 Resmi Meluncur dengan Baterai Lebih Besar

Gadget
Samsung Galaxy Watch 5 dan Watch 5 Pro Sudah Bisa Dipesan di Indonesia, Ini Harganya

Samsung Galaxy Watch 5 dan Watch 5 Pro Sudah Bisa Dipesan di Indonesia, Ini Harganya

Gadget
Samsung Galaxy Z Fold 4 Resmi Meluncur dengan Kamera 50 MP

Samsung Galaxy Z Fold 4 Resmi Meluncur dengan Kamera 50 MP

Gadget
Elon Musk Masih Mau Beli Twitter, tapi Ada Satu Syarat

Elon Musk Masih Mau Beli Twitter, tapi Ada Satu Syarat

Internet
Samsung Galaxy Z Fold 4 dan Galaxy Z Flip 4 Sudah Bisa Dipesan di Indonesia

Samsung Galaxy Z Fold 4 dan Galaxy Z Flip 4 Sudah Bisa Dipesan di Indonesia

Gadget
TWS Samsung Galaxy Buds 2 Pro Meluncur, Dukung HiFi 24 Bit

TWS Samsung Galaxy Buds 2 Pro Meluncur, Dukung HiFi 24 Bit

Gadget
Samsung Galaxy Watch 5 dan Watch 5 Pro Resmi Meluncur, Ini Harganya

Samsung Galaxy Watch 5 dan Watch 5 Pro Resmi Meluncur, Ini Harganya

Gadget
Harga Samsung Galaxy Z Flip 4 di Indonesia, Lebih Murah dari Z Flip 3

Harga Samsung Galaxy Z Flip 4 di Indonesia, Lebih Murah dari Z Flip 3

Gadget
Harga Samsung Galaxy Z Fold 4 di Indonesia, Sama dengan Z Fold 3

Harga Samsung Galaxy Z Fold 4 di Indonesia, Sama dengan Z Fold 3

Gadget
3 Fitur Baru WhatsApp yang Meluncur Agustus Ini

3 Fitur Baru WhatsApp yang Meluncur Agustus Ini

Software
Game Tower of Fantasy yang Mirip Genshin Impact, Meluncur 11 Agustus 2022

Game Tower of Fantasy yang Mirip Genshin Impact, Meluncur 11 Agustus 2022

Software
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.