Pasaran Smartphone Global Diprediksi Baru Pulih pada 2022

Kompas.com - 01/09/2020, 13:10 WIB
Reklame promosi dari aneka merek ponsel dan gawai memadati ruang atrium di pusat perbelanjaan ITC Roxy Mas, Jakarta. KOMPAS.com/ WAHYUNANDA KUSUMA PERTIWIReklame promosi dari aneka merek ponsel dan gawai memadati ruang atrium di pusat perbelanjaan ITC Roxy Mas, Jakarta.
|
Editor Oik Yusuf

KOMPAS.com - Sebelum pandemi Covid-19, pasaran smartphone diperkirakan akan kembali mengalami pertumbuhan pada 2020. Namun, kini sudah jelas bahwa harapan itu tak akan menjadi kenyataan.

Dalam laporan terbarunya, firma riset pasar IDC memprediksi pasar smartphone global baru akan pulih dan mencatat pertumbuhan positif pada 2022 mendatang.

Untuk 2020, IDC memperkirakan pasar smartphone bakal menyusut 9,5 persen secara year-over-year dengan jumlah pengiriman 1,2 miliar unit secara global.

Baca juga: Penjualan Smartphone Lesu, Ini 5 Besar Penguasa Pasar Kuartal II 2020

"Meski kami memperkirakan akan ada pertumbuhan sembilan persen di 2021, namun itu hanya karena ada penurunan besar di 2020," ujar Direktur Riset Worldwide Mobile Device Trackers IDC Nabila Popal.

"Pemulihan pasar yang sesungguhnya baru akan terjadi pada 2022, saat volume pengiriman smartphone kembali ke angka sebelum Covid-19," imbuh Popal.

Pangsa pasar smartphone global Q2 2020 berdasarkan laporan firma riset IDCgizmochina.com Pangsa pasar smartphone global Q2 2020 berdasarkan laporan firma riset IDC
Ponsel 5G diprediksi akan mendorong pertumbuhan smartphone di tahun-tahun yang akan datang lantaran pengembangannya saat ini tengah menjadi fokus dari para OEM (produsen smartphone).

Sejumlah vendor pun memangkas harga penjualan perangkat 4G untuk menyambut kehadiran ponsel 5G di pasaran hingga akhir tahun 2020 sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Gizmochina, Selasa (1/9/2020).

Baca juga: IDC Ungkap Penurunan Pasar Smartphone Indonesia dan Potensi Pemulihannya

Terlepas dari hal itu, krisis ekonomi akibat Covid-19 masih berpengaruh terhadap rata-rata harga penjualan perangkat 5G yang diperkirakan akan terus menurun hingga 43 persen sampai akhir tahun 2020.

Sebagai contoh, perangkat 5G yang dijual di pasar China saat ini dipatok dengan harga di bawah 400 dollar AS atau sekitar Rp 5,8 juta.

Di tahun 2023, IDC berharap banderol perangkat 5G bisa dipatok seharga 495 dollar AS (sekitar Rp 7,2 juta) untuk dapat menguasai pangsa pasar ponsel 5G menjadi 50 persen.



Sumber Gizmochina
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X