9 Pusat Riset di Balik Teknologi dan Inovasi Vivo

Kompas.com - 02/09/2020, 11:00 WIB
Teknologi peredam goyangan berbasis gimbal di kamera ponsel X50 Pro adalah salah satu contoh inovasi terbaru dari Vivo Vivo IndonesiaTeknologi peredam goyangan berbasis gimbal di kamera ponsel X50 Pro adalah salah satu contoh inovasi terbaru dari Vivo
Penulis Bill Clinten
|
Editor Oik Yusuf

KOMPAS.com - Vivo dikenal rajin menelurkan inovasi di produk-produk ponsel, misalnya kamera gimbal di X50 Pro, atau kamera pop-up dan pemindai sidik jari di layar di ponsel konsep seri Apex.

Aneka inovasi tersebut berasal dari pusat riset dan pengembangan teknologi (research and development/R&D) Vivo.

Vendor smartphone ini memiliki sembilan pusat R&D yang tersebar di sejumlah negara, masing-masing dengan fokus pengembangan di area teknologi tertentu.

Pusat riset tersebut berlokasi di Shenzhen, Dongguan, Nanjing, Beijing, Shanghai, Hangzhou, Taipei, Tokyo (Jepang), dan San Diego di Amerika Serikat.

Pusat R&D Vivo di Dongguan dan Shanghai, China, mengembangkan teknologi perangkat keras (hardware), sedangkan pusat R&D di Shenzhen, Beijing, dan Hangzhou—juga di China—berkutat di pengembangan software, teknologi internet, dan kecerdasan buatan (AI).

Baca juga: 7 Tips Membuat Film dengan Vivo X50 Pro

Bersama dengan pusat R&D lainnya di Taipei, Taiwan, pusat riset di Shenzhen dan Beijing turut menangani pengembangan teknologi komunikasi.

Lalu, pusat riset di San Diego, Amerika Serikat, dan Tokyo, Jepang, mengembangkan pencitraan digital, termasuk inovasi kamera.

Senior Brand Director Vivo Indonesia Edy Kusuma mengatakan bahwa untuk mendukung perkembangannya sebagai brand teknologi, Vivo terus berinvestasi pada peningkatan kapabilitas R&D independen Vivo di berbagai negara.

"Didukung sembilan pusat R&D dengan fokus pengembangan teknologi yang variatif, kami harap dapat mendukung program Vivo menghadirkan produk dengan fitur yang bukan hanya inovatif bagi industri, melainkan juga relevan dengan kebutuhan konsumen secara global," ujar Edy dalam keterangan tertulis Vivo yang diterima KompasTekno, Rabu (2/9/2020).

Keberadaan pusat-pusat R&D di berbagai negara tersebut, menurut Vivo, memperlihatkan upayanya untuk terus menghadirkan teknologi terkini untuk konsumen, sekaligus komitmen sebagai perusahaan teknologi yang berorientasi global.

Baca juga: Melihat Inovasi Teknologi yang Dihasilkan Pusat Riset Vivo

Calon kantor baru Vivo di distrik Baoan, kota Shenzhen, China, yang pembangunannya diharapkan akan rampung pada 2025Vivo Indonesia Calon kantor baru Vivo di distrik Baoan, kota Shenzhen, China, yang pembangunannya diharapkan akan rampung pada 2025

Selain riset dan pengembangan teknologi, Vivo berencana memperkuat basis produksinya di beberapa negara. Saat ini Vivo memiliki lima pusat manufaktur, termasuk pusat manufaktur berlisensi di China, Asia Selatan, dan Indonesia.

Baca juga: Melihat Cara Kerja Teknologi Gimbal di Kamera Vivo X50 Pro

Pada Mei 2020, Vivo juga mulai membangun kantor baru di distrik Bao'an, Kota Shenzhen, China. Bangunan yang konstruksinya diperkirakan selesai pada 2025 ini akan menampung 5.800 orang pekerja, sekaligus menjadi tempat toko flagship terbaru Vivo.

Dengan menyediakan lingkungan kerja yang lengkap, nyaman, luas, serta turut didukung berbagai fasilitas untuk karyawan, Vivo berharap bisa lebih menjaga kepuasan konsumen.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X