Alasan Galaxy Z Fold 2 Tak Pakai Sensor Sidik Jari di Dalam Layar

Kompas.com - 03/09/2020, 06:59 WIB
Galaxy Z Fold 2. SamsungGalaxy Z Fold 2.
Penulis Bill Clinten
|
Editor Oik Yusuf

KOMPAS.com - Samsung baru saja meluncurkan ponsel lipat teranyarnya, Galaxy Z Fold 2, secara global, Senin (1/9/2020). Ponsel tersebut dibanderol dengan harga 1.999 dolar AS atau sekitar Rp 29,4 juta.

Meski dijual dengan harga yang cukup tinggi, ponsel lipat ini tak dibekali dengan fitur biometrik berupa modul pemindai sidik jari (fingerprint) yang sudah tertanam di bawah permukaan layar (under screen).

Baca juga: Samsung Pastikan Galaxy Z Fold 2 Masuk Indonesia, Kapan?

Sebagai gantinya, Samsung menyematkan modul tersebut di bingkai ponsel alias side-mounted agar pengguna bisa membuka kunci layar (lock screen) ponsel.

Lantas, mengapa smartphone yang lebih mahal dibanding seri Galaxy S dan Note ini masih menggunakan fingerprint scanner konvensional?

Menurut Product Marketing Manager Samsung Electronics Indonesia, Taufiq Furqan, Samsung sengaja  meletakkan sensor sidik jari di bingkai ponsel agar gampang diakses, mengingat layar perangkat ini bisa dilipat.

"Kalau memakai side fingerprint itu mempermudah pengguna, baik ketika layar sedang dilipat atau dibentangkan, sehingga mereka bisa mengakses ponselnya di kondisi apapun," kata Taufiq di acara Samsung Virtual Event, Senin (31/8/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Taufiq melanjutkan, apabila sensor fingerprint dipasang di dalam layar, fitur tersebut nantinya tidak akan bisa dipakai ketika ponsel sedang dalam mode dilipat.

Baca juga: Samsung Galaxy Z Fold 2 Dukung Drag and Drop, Ini Fungsinya

Begitu pula sebaliknya, jika modul fingerprint disematkan di layar sekunder (cover display), maka fitur tersebut tak akan bisa dipakai di layar utama. "Apabila modul fingerprint dipasang di salah satu layar, atau keduanya, itu tidak efektif," imbuh Taufiq.

Tak hanya Galaxy Z Fold 2, ponsel lipat Samsung lainnya, seperti Galaxy Fold dan Galaxy Z Flip, memang memiliki modul pemindai sidik jari yang diletakkan di bingkai ponsel.

Sehingga, tak aneh jika Samsung memutuskan untuk melanjutkan penggunaan side fingerprint di ponsel lipat generasi terbarunya, mungkin karena ponsel foldable cocok lebih dengan model pemindai sidik jari seperti ini.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.