Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apple Kecolongan Izinkan Malware Menyusup ke MacOS

Kompas.com - 04/09/2020, 07:00 WIB
Kevin Rizky Pratama,
Yudha Pratomo

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Sistem keamanan pada macOS, disusupi oleh program berbahaya (malware). Malware tersebut diketahui dapat masuk ke dalam macOS akibat kelalaian pihak Apple itu sendiri.

Jenis malware yang berhasil menyusup masuk ke dalam sistem operasi macOS tersebut bernama Shlayer. Keberadaan program jahat ini pertama kali ditemukan oleh peneliti keamanan, Patrick Wardle.

Menurut Patrick, malware tersebut dengan cerdik menyamar sebagai sebuah paket pembaruan yang datang untuk aplikasi Adobe Flash Player.

Apple sendiri biasanya melakukan verifikasi dan pemindaian pada aplikasi yang berjalan di macOS. Dalam proses tersebut, setiap aplikasi akan dipindai apakah mengandung masalah keamanan atau tidak.

Menurut firma keamanan sistem Kaspersky, malware Shlayer dikenal sebagai ancaman paling umum yang dapat menyerang perangkat berbasis sistem operasi macOS pada 2019 lalu.

Baca juga: Ancaman Malware di Perangkat Mac Kini Lampaui Windows

Shlayer merupakan file berjenis trojan yang mampu menginfeksi perangkat dengan menyebarluaskan adware (yang juga merupakan program berbahaya) pada sistem.

Sebagai orang pertama yang menyadari adanya malware tersebut, Wardle kemudian segera menghubungi Apple.

Sejauh ini, pihak perusahaan telah menindaklanjuti keberadaan malware dengan menonaktifkan akun pengembang dan mencabut sertifikasinya.

Wardle menyebut bahwa ini merupakan kali pertama Apple kecolongan dan mengizinkan masuknya program berbahaya pada perangkatnya.

"Sejauh yang saya tahu, ini merupakan kode berbahaya pertama yang mendapatkan cap persetujuan dari Apple," tulis Wardle dalam sebuah blog.

Tahun lalu, Apple sejatinya telah memperketat keamanan pada macOS dengan melakukan verifikasi terhadap aplikasi yang akan berjalan di sistem operasi tersebut.

Proses verifikasi tersebut bernama Notarization. Proses uji kelayakan ini, dilakukan agar ekosistem macOS lebih aman untuk pengguna.

Baca juga: Software Ilegal Bikin Indonesia Target Favorit Malware

Melalui proses tersebut, Apple memeriksa ancaman yang terkandung pada aplikasi, sebelum bisa lolos untuk dipasang pada perangkat Mac.

"Perangkat lunak berbahaya terus berubah, dan sistem Notarization membantu kami menjauhkan malware dari Mac dan memungkinkan kami merespons dengan cepat ketika ditemukan," tulis Apple dalam sebuah pernyataan.

Dirangkum KompasTekno dari Digital Trends, Jumat (4/9/2020), Apple juga mengatakan akan segera memblokir aplikasi apabila ada program yang dinilai berbahaya. 

"Kami berterima kasih kepada para peneliti atas bantuan mereka dalam menjaga keamanan pengguna kami," pungkas Apple.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Huawei Pura 70, 70 Pro, dan 70 Pro Plus Meluncur, Debut Smartphone Pura Series

Huawei Pura 70, 70 Pro, dan 70 Pro Plus Meluncur, Debut Smartphone Pura Series

Gadget
Penampakan HP Non-Nokia Pertama dari HMD Global, Ada Dua Versi

Penampakan HP Non-Nokia Pertama dari HMD Global, Ada Dua Versi

Gadget
Apple Investasi Rp 255 Triliun di Vietnam, di Indonesia Hanya Rp 1,6 Triliun

Apple Investasi Rp 255 Triliun di Vietnam, di Indonesia Hanya Rp 1,6 Triliun

e-Business
Samsung Perkenalkan Memori LPDDR5X Terkencang untuk Ponsel dan AI

Samsung Perkenalkan Memori LPDDR5X Terkencang untuk Ponsel dan AI

Hardware
Penerbit 'GTA 6' PHK 600 Karyawan dan Batalkan Proyek Rp 2,2 Triliun

Penerbit "GTA 6" PHK 600 Karyawan dan Batalkan Proyek Rp 2,2 Triliun

Game
TikTok Notes, Aplikasi Pesaing Instagram Meluncur di Dua Negara

TikTok Notes, Aplikasi Pesaing Instagram Meluncur di Dua Negara

Software
HP Vivo T3X 5G Meluncur dengan Snapdragon 6 Gen 1 dan Baterai Jumbo

HP Vivo T3X 5G Meluncur dengan Snapdragon 6 Gen 1 dan Baterai Jumbo

Gadget
Siap-siap, Pengguna Baru X Twitter Bakal Wajib Bayar Buat 'Ngetwit'

Siap-siap, Pengguna Baru X Twitter Bakal Wajib Bayar Buat "Ngetwit"

Software
Daftar Paket Internet eSIM Telkomsel, PraBayar, Roaming, Tourist

Daftar Paket Internet eSIM Telkomsel, PraBayar, Roaming, Tourist

e-Business
8 Cara Mengatasi Kode QR Tidak Valid di WhatsApp atau “No Valid QR Code Detected”

8 Cara Mengatasi Kode QR Tidak Valid di WhatsApp atau “No Valid QR Code Detected”

e-Business
Ramadhan dan Idul Fitri 2024, Trafik Internet Telkomsel Naik 12 Persen

Ramadhan dan Idul Fitri 2024, Trafik Internet Telkomsel Naik 12 Persen

Internet
Tampilan Baru WhatsApp Punya 3 Tab Baru, “Semua”, “Belum Dibaca”, dan “Grup”, Apa Fungsinya?

Tampilan Baru WhatsApp Punya 3 Tab Baru, “Semua”, “Belum Dibaca”, dan “Grup”, Apa Fungsinya?

Software
HMD Perkenalkan Boring Phone, HP yang Dirancang 'Membosankan'

HMD Perkenalkan Boring Phone, HP yang Dirancang "Membosankan"

Gadget
7 HP Kamera Boba Mirip iPhone Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya

7 HP Kamera Boba Mirip iPhone Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya

Gadget
Motorola Edge 50 Ultra dan 50 Fusion Meluncur, Harga mulai Rp 6 Jutaan

Motorola Edge 50 Ultra dan 50 Fusion Meluncur, Harga mulai Rp 6 Jutaan

Gadget
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com