Twitter Kini Punya Fitur Deskripsi untuk Menjelaskan Trending Topic

Kompas.com - 04/09/2020, 10:15 WIB
Logo Twitter di depan kantornya di San Francisco, AS. istLogo Twitter di depan kantornya di San Francisco, AS.

KOMPAS.com - Pengguna Twitter tak jarang merasa heran dan penasaran mengapa sebuah topik bisa menjadi pembicaraan dan kemudian menjadi trending topic. Untuk menghilangkan rasa penasaran tersebut, Twitter kini memiliki sebuah fitur baru. 

Fitur ini berfungsi untuk memberikan deskripsi atau menjelaskan mengapa sebuah trending topic menjadi perbincangan di dunia maya.

Deskripsi ini akan berupa sebuah kicauan atau twit yang relevan dan disematkan (pinned) pada sebuah trending topic tertentu.

Twit yang disematkan tersebut tidak ditentukan secara sembarangan. Twitter menggunakan algoritma serta memiliki tim khusus untuk mengurasi twit yang akan disematkan pada sebuah trending topic.

"Kombinasi ini akan menentukan apakah sebuah twit bisa mewakili dan mencerminkan tren yang sedang populer tersebut," tulis pihak Twitter dalam blog resminya.

Baca juga: Twit Chadwick Boseman Jadi Kicauan dengan Like Terbanyak di Twitter

Trending Topic di TwitterThe Verge Trending Topic di Twitter
Pihak Twitter juga mengatakan, pada 2019, ada lebih dari 500.000 orang berkicau "mengapa topik ini menjadi tren?". Oleh karena itulah, perusahaan merilis fitur ini sebagai respons dari pertanyaan-pertanyaan tersebut. 

Selain itu, fitur deskripsi trending topic ini juga dibuat untuk mengurangi persebaran informasi yang keliru di platform Twitter.

Fitur ini dirilis secara bertahap untuk pengguna Twitter Android dan iOS. Sementara untuk Twitter versi web, fitur ini akan hadir dalam beberapa waktu ke depan.

Dirangkum KompasTekno dari The Verge, Jumat (4/9/2020), fitur ini baru tersedia untuk pengguna di wilayah Argentina, Australia, Brasil, Kanada, Kolombia, Mesir, Perancis, India, Irlandia, Jepang, Meksiko, Selandia Baru, Arab Saudi, Spanyol, United Kingdom (UK), Uni Emirat Arab, dan Amerika Serikat.

Belum diketahui kapan fitur ini akan hadir untuk pengguna di wilayah Asia Tenggara, khususnya Indonesia.

Baca juga: Twitter Rilis Fitur Baru untuk Membatasi Reply

Twitter sendiri beberapa waktu belakangan ini terus mengembangkan fitur untuk menekan menekan persebaran informasi keliru di platformnya.

Pada Februari lalu, Twitter menguji coba memberi label pada kicauan misleading yang diunggah politisi dan tokoh publik. Label berwarna oranye tersebut disematkan pada kicauan yang berisi informasi keliru.

Di dalamnya akan tertulis keterangan bahwa "Laporan Komunitas Twitter mengidentifikasi twit ini melanggar kebijakan komunitas karena memuat informasi yang sangat menyesatkan. Peredaran twit ini akan dikurangi".

Label itu akan diikuti oleh pelurusan informasi yang telah diverifikasi oleh tim cek fakta dan jurnalis dengan lencana berwarna hijau di sisi kanan username.

 



Sumber The Verge
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X