Mulai 1 Oktober, Google Meet Versi Gratis Dibatasi 1 Jam Per Hari

Kompas.com - 22/09/2020, 09:56 WIB
Ilustrasi Google Meet techradar.comIlustrasi Google Meet

KOMPAS.com - Sejak awal pandemi Covid-19, Google menggratiskan fitur premium layanan video telekonferensi Google Meet untuk semua pengguna. Salah satu fitur premium yang bisa dinikmati adalah panggilan video dengan durasi yang tidak terbatas.

Semua pemilik akun Gmail bisa menggunakan Google Meet secara cuma-cuma tanpa batas waktu mulai 1 Maret hingga 30 September. Informasi tersebut tertulis di halaman resmi Google Meet.

Memasuki minggu ketiga bulan September, Google tampaknya belum mengubah kebijakannya terkait fitur premium di Google Meet tersebut.

Pada halaman resmi Google Meet, masih tertulis bahwa batas waktu fitur premium yang bisa diakses pengguna gratis hanya sampai 30 September mendatang.

Itu artinya, mulai 1 Oktober 2020 layanan gratis Google Meet bisa kembali dibatasi.

Dalam laman resminya, apikasi Google Meet mencantumkan keterangan durasi rapat online gratis 24 jam hanya bisa diakses hingga 30 September 2020.

Di atas keterangan tersebut, tertulis bahwa durasi maksimum rapat online gratis dibatasi hanya 1 jam.

Baca juga: Google Meet Bisa Buramkan Latar Belakang saat Video Call

Jumlah peserta rapat maksimum dibatasi hingga 100 orang. Namun, Google sebenarnya bisa saja memperpanjang masa gratis fitur premium di Google Meet ini. Apalagi, saat ini banyak negara yang masih harus beraktivitas di rumah karena pandemi belum usai.

Biaya langganan Google Meet

Bagaimana caranya agar pemakaian Google Meet bisa lebih dari 1 jam? Pengguna G Suite Essential bisa berlangganan Google Meet dengan membayar 8 dollar AS per bulan atau sekitar Rp 118.000 (kurs rupiah saat berita ini ditulis).

Pengguna akan mendapat durasi rapat maksimum 300 jam dengan 150 peserta.

Daftar harga dan fitur yang bisa diakses oleh pengguna Google Meet.Google Meet Daftar harga dan fitur yang bisa diakses oleh pengguna Google Meet.
Sebelum bisa diakses gratis, Google Meet hanya bisa diakses oleh pengguna layanan G Suite yang kebanyakan berasal dari kalangan enterprise atau pebisnis. Pelanggan yang tidak berlangganan G Suite tidak dapat menggunakan layanan Google Meet.

Setelah Google menggratiskannya, akses cepat ke Google Meet disisipkan di menu Gmail sehingga lebih mudah dijangkau pengguna.

Pengguna Google Meet kini tidak terbatas kalangan pebisnis saja, tetapi juga pelajar dan pendidik yang harus belajar dari rumah.

Baca juga: Kuota Belajar Online 10 GB Rp 10, Bisa Zoom Meetings dan Google Meet Berapa Jam?

Di Indonesia, Google Meet masuk salah satu aplikasi video konferensi yang bisa diakses siswa dan pengajar menggunakan kuota belajar yang disubsidi pemerintah.

Google Meet sebelumnya bernama Hangouts Meet yang kemudian diubah menjadi Meet. Perubahan itu disesuaikan dengan penambahan kapasitas pengguna Google Meet.

Google juga menambahkan beberapa fitur baru untuk Meet, seperti tampilan galeri, di mana semua peserta meeting tampil di sebuah bingkai besar. Tampilan ini lebih kurang mirip dengan yang dimiliki Zoom.

Baca juga: Kuota Internet Gratis untuk Pelajar Dibagi Hari Ini, Bisa Buat Apa Saja?



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X