Alasan Orang Indonesia Sering Jadi Korban Penipuan lewat Modus OTP

Kompas.com - 24/09/2020, 20:32 WIB
Ilustrasi phising THINKSTOCKS/KAPTNALIIlustrasi phising

KOMPAS.com, JAKARTA - Kejahatan digital disebut semakin meningkat, terlebih setelah munculnya aplikasi e-commerce dan kegiatan jual beli online. Modus yang sering dipakai adalah penipuan ( phising) secara langsung maupun tidak langsung.

Apabila secara langsung, para pelaku akan menelepon calon korban dan mengelabui psikologis mereka, untuk mendapatkan kode One Time Password (OTP).

Sementara, phising secara tidak langsung biasanya dilakukan dengan menyebarkan "link bodong" melalui SMS, e-mail, nomor telepon, atau data pribadi pengguna yang berujung dengan mencuri kode OTP.

Baca juga: Waspada, Marak Penipuan Meminta Kode OTP Gojek dan Grab

Tak sedikit penduduk Indonesia yang menjadi korban dari aktivitas kejahatan ini. Lantas, mengapa pencurian kode OTP menjadi modus yang paling sering dijumpai dalam tindak kejahatan digital?

Elsya M.S. Chani, Ketua Grup Perlindungan Konsumen Bank Indonesia mengatakan keberhasilan pembobolan kode OTP disebabkan oleh kurangnya literasi yang dipahami oleh masyarakat di Indonesia.

"Tingkat pemahaman konsumen indonesia, dan literasi konsumen pada instrumen keuangan masih rendah," tutur Elsya.

Berdasarkan Survei literasi dan inklusi keuangan Indonesia yang dilakukan OJK pada 2019, tingkat literasi digital masyarakat Indonesia hanya 38,3 persen, dan kewaspadaan konsumen terhadap kejahatan elektronik relatif rendah, yaitu 36,2 persen.

Padahal jumlah akses penduduk terhadap instrumen keuangan dan layanan jasa keuangan sangat tinggi, yakni 76,19 persen.

Baca juga: Gojek Tanggapi Kasus Penipuan yang Dialami Asisten Sandra Dewi

"Ini menunjukkan secara tidak langsung ada 38 persen penduduk indonesia yang menggunakan jasa layanan keuangan pembayaran, tetapi tidak paham atas risikonya. Ini berbahaya di ranah digital," ujar Elsya dalam Seminar Daring yang digelar Kamis (24/9/2020).

Kunci informasi

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X