Muncul Lagi, Rencana Pakai Balon Internet Google di Indonesia

Kompas.com - 29/09/2020, 16:25 WIB
Proyek Balon Komunikasi Google, Balon Loon Siap Terbang dari Nevada GOOGLEProyek Balon Komunikasi Google, Balon Loon Siap Terbang dari Nevada

KOMPAS.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika mengatakan tengah mengkaji penggunaan balon internet Google, atau Google Loon untuk menyebarkan akses internet di sejumlah daerah.

Wacana ini pernah muncul pada 2015 lalu, saat Menkominfo Rudiantara dan sejumlah pimpinan operator seluler melihat langsung wujud Loon di kantor pusat Google di San Francisco. Namun, rencana itu gagal terwujud karena terkendala sejumlah aturan.

Salah satu pemanfaatan internet dengan Google Loon itu nantinya adalah untuk layanan pemerintah di daerah.

Baca juga: Sikap Indonesia, antara Google Loon dan OpenBTS

Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI), Anang Latif mengatakan bahwa saat ini Kementerian Kominfo masih mendengarkan presentasi dari pihak Google terkait teknologi Loon ini.

Anang mengatakan, Google telah mengembangkan teknologi baru pada Loon, dan hal inilah yang membuat Kominfo kembali tertarik untuk menggunakan balon internet tersebut. Namun Anang tidak merinci update apa yang diberikan pada Loon.

"Betul, teknologi yang dipakai adalah Google Loon. Kami pelajari semua opsi teknologi yang ada," ungkap Anang kepada KompasTekno, Selasa (29/9/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Anang, untuk menggunakan teknologi Google Loon, pemerintah masih harus melakukan pembicaraan dengan sejumlah pihak, termasuk operator seluler.

Terbentur regulasi

Selain pembicaraan dengan para stakeholder, pemanfaatan balon internet Google Loon juga masih terbentur sejumlah regulasi.

Menurut Anang, Google Loon masih terbentur dengan aturan tata ruang angkasa di Indonesia. Regulasi tersebut menjadi domain Kementerian Perhubungan, khususnya Dirjen Perhubungan Udara.

Selain itu, Google Loon juga terhalang regulasi sharing frekuensi. Regulasi inilah yang pada 2015 lalu menghalangi Google Loon, sehingga tak jadi diadopsi di Indonesia.

Baca juga: Di Balik Layar “Balon Internet” Google Loon

"Regulasinya belum memungkinkan saat ini. Jadi setahun atau dua tahun ini perlu diskusi intensif dengan stakeholder," pungkas Anang.

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Plate sempat menyinggung penggunaan teknologi Loon untuk akses internet yang ditempatkan di atmosfer, sehingga bisa menjangkau wilayah lebih luas.

"Ada juga teknologi Loon, kita tengah mempertimbangkan dan mengkaji untuk memenuhi kebutuhan akses internet, terutama untuk layanan pemerintah di daerah," kata Johnny saat meninjau kawasan wisata di Labuan Bajo, Kamis (24/09/2020).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.