Kapasitas Mesin Blokir Ponsel BM Hampir Penuh, Input Nomor IMEI Tersendat

Kompas.com - 30/09/2020, 18:34 WIB
Ilustrasi IMEI dan kartu SIM SHUTTERSTOCK/NATALE MATTEOIlustrasi IMEI dan kartu SIM

KOMPAS.com - Proses pemasukan data nomor IMEI di mesin Central Equipment Identity Register ( CEIR) mengalami masalah. Pasalnya, kapasitas mesin CEIR disebut hampir penuh.

Menurut Sekjen Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia ( ATSI), Marwan O. Baasir, kapasitas mesin CEIR sudah mencapai 95 persen. Kapasitas total mesin tersebut mencapai 1,2 miliar nomor IMEI.

Direktur Jenderal Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Kominfo, Ismail mengatakan akan membersihkan data-data perangkat handphone, komputer genggam, dan tablet (HKT) yang sudah tidak diperlukan.

Seperti data nomor IMEI perangkat yang sudah terpakai atau tidak jadi diproduksi. Pada mulanya semua data nomor IMEI perangkat HKT dimasukan ke mesin CEIR, baik data perangkat baru maupun lama.

Baca juga: Ingin Tahu Ponsel Anda BM atau Resmi? Begini Cara Mengeceknya

"Nanti akan melakukan pembersihan data perangkat yang tidak terpakai, sudah rusak, mati, tidak terealisasi, tidak jadi diproduksi, dan tidak jadi diimpor. Nanti akan dipisahkan dari sistem sehingga bersih lagi," kata Ismail kepada KompasTekno, Rabu (30/9/2020).

Kendati terjadi masalah teknis, Ismail mengatakan proses pemblokiran dengan skema whitelist masih tetap berjalan efektif sejak berlaku secara efektif per tanggal 15 September lalu.

"Enggak ada pengaruhnya karena itu cuma masalah teknis biasa," kata Ismail.

Saat ditanya tentang keberadaan mesin CEIR, Ismail mengatakan hingga saat ini masih berada di tangan ATSI. Marwan pun mengamini informasi tersebut dan mengatakan akan diserahkan sekitar empat minggu ke depan.

Baca juga: Ponsel BM Diblokir, Negara Amankan Rp 2,8 Triliun Per Tahun

"Kami kumpulkan administrasi secara lengkap untuk diserahkan nantinya," kata Marwan.

Untuk diketahui, mesin CEIR ini akan menjadi acuan bagi para operator seluler untuk memblokir sinyal pada ponsel BM.

Mesin ini untuk memverifikasi data dari mesin Equipment Identity Registration (EIR) yang ada di sisi operator seluler, untuk selanjutnya dilakukan pemblokiran terhadap ponsel ilegal atau black market (BM).

Ponsel yang nomor IMEI-nya tidak terdaftar dalam mesin tersebut, secara otomatis tidak akan bisa terhubung dengan jaringan seluler di Indonesia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X