Telkom Pastikan Jaringan IndiHome Tidak Terganggu Kabel Laut yang Putus

Kompas.com - 02/10/2020, 11:03 WIB
Ilustrasi Indihome Doc. Telkom IndonesiaIlustrasi Indihome

KOMPAS.com - Telkom Group mengklaim layanan telekomunikasi data, suara, dan internet seperti layanan IndiHome, tidak terdampak oleh gangguan yang diakibatkan putusnya sistem kabel laut internasional Asia-America Gateway (AAG).

Kabel laut di ruas Hong Kong - Filipina dilaporkan sempat putus dan menyebabkan gangguan layanan bagi penyedia layanan internet (ISP) yang mengandalkan sistem tersebut.

Vice President Corporate Communication, Telkom Arif Prabowo mengatakan jalur yang mengalami gangguan tidak berada di wilayah Indonesia.

Terlebih, jalur yang mengalami gangguan memiliki berbagai sistem komunikasi kabel laut internasional yang menjadi alternatif untuk pencadangan.

Baca juga: Kabel Internet Asia-Amerika Putus, Indonesia Terpengaruh?

"Sehingga dapat dipastikan trafik telekomunikasi termasuk internet Indonesia khususnya di jaringan Telkom Group tetap berjalan normal tanpa gangguan," jelas Arif melalui pesan singkat yang diterima KompasTekno, Jumat (2/10/2020).

Diberitakan sebelumnya, sistem kabel bawah laut internasional yang dikelola AAG sedang dilakukan pemeliharaan darurat pada 25-30 September 2020. ISP yang menggunakan jaringan tersebut mengabarkan ke pelanggannya akan adanya pelambanan koneksi untuk browsing atau streaming.

Sebagai informasi, AAG merupakan sistem kabel bawah laut berbentang 20.000 kilometer yang menghubungkan Asia Tenggara ke Hong Kong, Guam, Hawaii, dan Pantai Timur Amerika Serikat.

Sistem kabel ini menyediakan koneksivitas antara Malaysia, Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, Vietnam, Hong Kong, Filipina, Guam, Hawaii, dan Pantai Barat Amerika Serikat dengan kapasitas maksimum 1,92 TB per detik.

Baca juga: Telkom Janji Permudah Syarat Berhenti Langganan IndiHome

AAG dibangun dan dibiayai oleh konsorium dari perusahaan telekomunikasi lintas negara, termasuk di Indonesia yakni PT Telkom Indonesia dan PT Indonesia Satellite Corporation atau yang kini berubah menjadi PT Indosat Tbk.

Sebelumnya, Johar Alam Rangkuti, Chairman Internet Data Center (IDC) Indonesia juga mengatakan, pemeliharaan tersebut tidak akan berpengaruh ke layanan internet di Indonesia. Sebab, AAG belum aktif di wilayah Indonesia.

Saat ini 90 persen trafik di Indonesia masih menggunakan SeaMeWe-3. SeaMeWe-3 merupakan kabel optik bawah laut yang menghubungkan kawasan Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Eropa Barat yang pembangunannya diketuai oleh France Telecom dan China Telecom, serta diadministrasikan oleh Singtel.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X