Pengguna Gadget Dunia Habiskan Rp 436 Triliun untuk Belanja Aplikasi

Kompas.com - 04/10/2020, 08:04 WIB
Ilustrasi aplikasi mobile Sensor TowerIlustrasi aplikasi mobile

 KOMPAS.com - Konsumen gadget di seluruh dunia makin doyan menghabiskan uang untuk berbelanja di aplikasi mobile, menurut perkiraan terbaru dari firma riset Sensor Tower.

Disebutkan bahwa pada kuartal ketiga tahun ini, angka spending aplikasi mobile naik hingga mencapai 29,3 miliar dollar AS atau sekitar Rp 436 trilliun secara global, meningkat 32 persen dibandingkan angka 22,2 triliun dollar AS (Rp 330 triliun) pada kuartal III-2019.

Baca juga: Toko Aplikasi Selain Play Store Akan Lebih Mudah Diakses di Android 12

Angka unduhan ikut melonjak hingga mencapai 36,5 miliar di toko aplikasi App Store dan Google Play Store, atau naik 23,3 persen dibandingkan setahun lalu yang tercatat sebesar 29,6 miliar.

Kenaikan pertumbuhan belanja secara Year-over-Year ini lebih tinggi dibandingkan dengan sebelumnya pada kuartal III-2018 ke kuartal III-2019 sebesar 24 persen. Begitu juga angka download yang hanya naik 9 persen pada periode tersebut.

Perkiraan penginstalan aplikasi app store dan google play store selama 1 Juli hingga 30 September 2020Sensor Tower Perkiraan penginstalan aplikasi app store dan google play store selama 1 Juli hingga 30 September 2020


"Pertumbuhan yang lebih tinggi dari biasanya ini merefleksikan dampak berkesinambungan dari Covid-19 terhadap belanja konsumen lewat aplikasi, sekaligus terus mendorong angka adopsinya di seluruh dunia," tulis Sensor Tower dalam laporannya.

Di sisi lain, belanja konsumen untuk pembelian aplikasi, berlangganan, dan aplikasi premium di App Store juga naik 31 persen menjadi 19 miliar dollar AS (Rp 283 triliun), dari kuartal ketiga tahun lalu yang hanya mencapai 14,5 miliar dollar AS (Rp 216 triliun).

Baca juga: 17 Aplikasi Ini Terinfeksi Malware Joker, Segera Hapus dari Ponsel Android Anda

Sementara, belanja konsumen di Google Play Store mengalami pertumbuhan yang lebih tinggi, yakni meningkat 33,8 persen secara tahunan menjadi 10,3 miliar dollar AS (Rp 153 triliun) dari 7,7 miliar dollar AS (Rp 114 triliun) di kuartal tahun lalu.

Untuk aplikasinya sendiri, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari blog Sensor Tower, Sabtu (3/10/2020), TikTok memuncaki ranking aplikasi berpenghasilan terbesar, karena belanja konsumen di dalamnya meroket sebesar 800 persen dibandingkan kuartal III-2019.

Di urutan kedua ada YouTube yang mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 59 persen secara Year-over-Year, disusul Tinder yang hanya mencetak kenaikan revenue 5 persen



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X