Kompas.com - 06/10/2020, 09:10 WIB

KOMPAS.com - Meski bisa bantu menghubungkan dengan kerabat dan teman, media sosial bisa terlalu sering digunakan oleh seseorang sehingga menghabiskan banyak waktu setiap hari tanpa disadari.  

Alif Aulia Masfufah, psikolog klinis dari Komunitas Love Yourself Indonesia, mengatakan bahwa sebenarnya boleh-boleh saja memakai medsos asalkan tidak berlebihan. Buat pengguna yang merasa kecanduan, dia menyarankan agar membuat semacam pengingat.

"Sebelumnya bisa pasang alarm, tapi kalau alarmnya selesai segera uninstall (atau tutup) aplikasi Instagram atau media sosial lainnya," kata Aulia.

Agar lebih mudah, pengguna bisa memanfaatkan aplikasi yang ditujukan untuk mengontrol pemakaian gadget dan media sosial, misalnya seperti Digital Wellbeing besutan Google yang hadir di Android.

Baca juga: Film Dokumenter The Social Dilemma di Netflix Gambarkan Seramnya Media Sosial

Aplikasi ini dapat menampilkan informasi lengkap terkait aktivitas aplikasi pada ponsel, meliputi durasi penggunaan aplikasi, seberapa banyak ponsel pengguna diaktifkan, serta jumlah notifikasi yang muncul setiap harinya.

Digital Wellbeing hadir pertama kali pada tahun 2018 lalu, bersamaan dengan hadirnya sistem operasi Android generasi ke-9 yakni Android Pie. Kendati demikian, keberadaan aplikasi ini jarang diketahui pengguna karena tersembunyi di dalam sistem.

Cara menggunakan Digital Wellbeing

Untuk dapat mengakses aplikasi Digital Wellbeing, pengguna dapat masuk ke menu Pengaturan (Settings). Kemudian pada kolom pencarian (Search), pengguna bisa memasukan kata kunci "Digital Wellbeing".

Selanjutnya, sistem akan menunjukkan aplikasi Digital Wellbeing. Untuk dapat memunculkannya di layar homescreen, pengguna dapat menggulir laman tersebut ke arah bawah dan mengaktifkan tombol pada menu "Show icon in the app list".

Untuk beberapa ponsel Android lainnya, pengguna dapat memilih tombol tiga titik yang terdapat pada sisi kanan atas layar ponsel. Selanjutnya, pilih opsi "Show icon on Apps Screen".

Tampilan Dashboard pada aplikasi Digital WellbeingKOMPAS.com/Kevin Rizky Pratama Tampilan Dashboard pada aplikasi Digital Wellbeing
Sesaat setelah masuk ke dalam aplikasi Digital Wellbeing, pengguna akan langsung disambut dengan dashboard yang menampilkan durasi pemakaian aplikasi. Informasi tersebut dimuat dalam sebuah diagram pie.

Baca juga: Begini Tanda-tanda Orang yang Harus Puasa Media Sosial

Ketika diagram tersebut diketuk, akan muncul aplikasi mana saja yang paling sering digunakan saat itu. Di bawah diagram, ditampilkan pula berapa kali pengguna mengunci perangkat dan berapa jumlah notifikasi yang diterima.

Digital Wellbeing menawarkan tiga fitur utama yang terdiri dari, App Timer, Do Not Disturb, dan Wind Down.

App Time

Aplikasi Instagram yang telah berubah menjadi abu-abu karena waktu penggunaannya telah selesaiKOMPAS.com/Kevin Rizky Pratama Aplikasi Instagram yang telah berubah menjadi abu-abu karena waktu penggunaannya telah selesai

Fitur App Time memungkinkan pengguna mengatur batasan waktu untuk penggunaan aplikasi tertentu. Pengguna dapat memasang timer pada setiap aplikasi yang diinginkan.

Ketika durasi waktu yang telah ditetapkan habis, maka ikon aplikasi akan berubah warna menjadi abu-abu. Pengguna yang memaksa untuk membuka aplikasi tersebut akan mendapati notifikasi yang menyebutkan bahwa waktu penggunaan aplikasi telah selesai.

Pengguna dapat kembali menggunakan aplikasi tersebut keesokan harinya, ketika sistem mengatur kembali timer sedia kala.

Do not disturb

Fitur ini mampu menonaktifkan semua suara notifikasi, panggilan telepon, termasuk notifikasi yang umumnya muncul di layar ponsel. Pengguna dapat mengatur waktu kapan mode ini dapat diaktifkan.

Baca juga: Begini Cara Mengurangi Kecanduan Media Sosial Menurut Psikolog

Dengan mengaktifkan fitur Do not disturb, pengguna dapat terhindar dari pemakaian ponsel secara berlebihan yang seringkali dapat mengganggu konsentrasi.

Bedtime mode

Fitur Bedtime mode bertugas untuk mengingatkan pengguna jika waktu tidur telah tiba. Ketika diaktifkan, fitur ini akan mengubah filter layar menjadi Night Light Blue yang redup.

Jika fitur Do Not Disturb turut aktif secara bersamaan dengan fitur ini, maka layar ponsel pengguna akan berubah sepenuhnya menjadi berwarna abu-abu.

 

Seseorang yang merasa butuh bantuan untuk mengatasi kecanduan media sosialnya bisa berkonsultasi ke psikolog dan komunitas kesehatan mental. Misalnya, komunitas Love Yourself Indonesia.

Ini merupakan forum independen yang fokus pada isu kesehatan mental, terutama bagi kalangan anak muda. Love Yourself Indonesia juga memberikan edukasi agar orang-orang memiliki kesadaran mengenai pentingnya kesehatan mental.

Informasi lebih lanjut tentang komunitas Love Yourself Indonesia bisa dilihat di website berikut atau lewat Instagram @loveyourself_indonesia.

Penjelasan lebih lengkap mengenai dampak media sosial dan kesehatan mental bisa dilihat di kanal YouTube KompasTekno: AntarMuka #3: Detoks Media Sosial Perlu Enggak Sih?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kode Redeem Genshin Impact Terbaru 20 Mei, Ada 300 Primogems Gratis

Kode Redeem Genshin Impact Terbaru 20 Mei, Ada 300 Primogems Gratis

Software
Qualcomm Umumkan Chip Snapdragon 8+ Gen 1 dan Snapdragon 7 Gen 1

Qualcomm Umumkan Chip Snapdragon 8+ Gen 1 dan Snapdragon 7 Gen 1

Hardware
Elon Musk Dituduh Lecehkan Pramugari di Pesawat Jet Pribadi

Elon Musk Dituduh Lecehkan Pramugari di Pesawat Jet Pribadi

e-Business
Hati-hati, 200 Aplikasi Berbahaya Ini Beredar di Play Store

Hati-hati, 200 Aplikasi Berbahaya Ini Beredar di Play Store

Software
Seperti AS, Kanada Juga Akan Blokir Huawei dan ZTE

Seperti AS, Kanada Juga Akan Blokir Huawei dan ZTE

e-Business
Epic Games Gelar Diskon Game PC hingga 75 Persen, Ini Daftar Game yang Layak Dibeli

Epic Games Gelar Diskon Game PC hingga 75 Persen, Ini Daftar Game yang Layak Dibeli

Software
Game Borderlands 3 Bisa Diunduh Gratis di Epic Games Store

Game Borderlands 3 Bisa Diunduh Gratis di Epic Games Store

Software
Nvidia Luncurkan Dua PC Rakitan, GeForce RTX dan GeForce Esports

Nvidia Luncurkan Dua PC Rakitan, GeForce RTX dan GeForce Esports

Hardware
Apa itu Space yang Jadi Pusat Keramaian Fans K-Pop di Twitter?

Apa itu Space yang Jadi Pusat Keramaian Fans K-Pop di Twitter?

Software
Instagram Uji Tampilan Baru IG Stories, Tidak Lagi Titik-titik Kecil Berderet

Instagram Uji Tampilan Baru IG Stories, Tidak Lagi Titik-titik Kecil Berderet

Software
Punya Spek Mirip, Ini Bedanya Redmi 10A dan Redmi 9A

Punya Spek Mirip, Ini Bedanya Redmi 10A dan Redmi 9A

Gadget
Jadwal Main Tim PUBG Mobile Indonesia di Final SEA Games 2021 Hari Ini, Mulai Pukul 15.00

Jadwal Main Tim PUBG Mobile Indonesia di Final SEA Games 2021 Hari Ini, Mulai Pukul 15.00

Internet
Sony 'LinkBuds S' Masuk Indonesia, TWS Ringan Harga Rp 3 Jutaan

Sony "LinkBuds S" Masuk Indonesia, TWS Ringan Harga Rp 3 Jutaan

Gadget
Timnas Mobile Legends Indonesia Kalah 1-3 dari Filipina di SEA Games 2021, Bawa Pulang Medali Perak

Timnas Mobile Legends Indonesia Kalah 1-3 dari Filipina di SEA Games 2021, Bawa Pulang Medali Perak

Software
Timnas PUBG Mobile Indonesia Masuk Final SEA Games 2021, Ini Jadwal Main dan Link Streamingnya

Timnas PUBG Mobile Indonesia Masuk Final SEA Games 2021, Ini Jadwal Main dan Link Streamingnya

Software
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.