Kalahkan Realme, Xiaomi Rajai Pasar Smartphone Murah Indonesia

Kompas.com - 08/10/2020, 09:52 WIB
Redmi 8A Pro memiliki dua kamera belakang yakni 13 megapiksel dan 2 megapiksel. KOMPAS.com/Andreas LukasRedmi 8A Pro memiliki dua kamera belakang yakni 13 megapiksel dan 2 megapiksel.

KOMPAS.com - Xiaomi mengalahkan Realme di segmen smartphone ultra low-end atau ponsel murah meriah dengan kisaran harga kurang dari Rp 1,5 juta di Indonesia.

Menurut firma riset pasar IDC, Xiaomi menguasai 37 persen pangsa pasar di segmen ini pada kuartal II-2020, mengungguli Realme yang merengkuh 33 persen. Dengan demikan, Xiaomi menduduki posisi pertama di segmen tersebut, sementara Realme urutan kedua.

Segmen ultra low-end menyumbang 1,9 persen dari total angka pengiriman smartphone ke Indonesia pada kuartal II-2020 sebanyak 7,1 juta unit.

Risky Febrian, analis pasar dari IDC, mengatakan bahwa pada kuartal I-2020, Realme sempat memimpin segmen ultra low-end.

Baca juga: Ini 5 Merek Penguasa Pasar Smartphone Indonesia di Kuartal II-2020

Pada kuartal I-2020, Realme sempat meraja dengan menguasai 55 persen pasaran ultra-low-end. Sementara Xiaomi saat itu masih belum mendapat kue di segmen tersebut. Risky mengatakan, rilis Realme C3 yang menggantikan Realme C2, menjadi salah satu alasannya.

"Dia (Realme) mengeluarkan produk baru di segmen yang harganya lebih tinggi, yakni Realme C3," jelas Risky kepada KompasTekno melalui sambungan telepon, Selasa (6/10/2020).

Realme C3 masuk di segmen lebih tinggi, yakni low end atau ponsel yang dijual dengan harga Rp 1,5-3 juta. Sementara Realme C2 yang lebih murah dari Realme C3 mencatat pengiriman lebih sedikit di kuartal II-2020.

Risky mengatakan kendala di rantai pasokan dari kantor pusat di China turut mempengaruhi proses produksi Realme di kuartal terakhir.

Di segmen ultra lowend, karena harganya turun setelah kehadiran Redmi 8A Pro, Redmi 8A dari Xiaomi menjadi model terpopuler, disusul oleh Realme C2 dan Advan G5. Namun, Risky tidak merinci lebih lanjut berapa besar penjualan masing-masing smartphone tersebut.

Baca juga: Pasaran Smartphone Global Diprediksi Baru Pulih pada 2022

Jualan online jadi andalan

Di luar segmen ultra lowend, secara keseluruhan, perolehan pangsa pasar Xiaomi juga mengungguli Realme. Pada kuartal II-2020, Xiaomi menguasai 16,9 persen pasaran smartphone Indonesia, sementara Realme 14,2 persen.

Penjualan jalur online menjadi salah satu strategi Xiaomi. IDC mencatat pada kuartal II -2020, penjualan lewat kanal online Xiaomi naik sebesar 31 persen.

Hal itupun diakui oleh Xiaomi. Dihubungi secara terpisah, Xiaomi mengatakan memanfaatkan saluran digital dan membuka layanan penjualan lewat Mi Store from Home.

"Kami menyediakan kemudahan untuk mendapatkan ponsel tanpa harus meninggalkan rumah seperti Mi Store from Home, sebuah solusi yang dihadirkan pada masa pandemi COVID-19 seperti sekarang," jelas perwakilan Xiaomi melalui pesan singkat.

Baca juga: Pengiriman Ponsel Murah di Indonesia Terdongkrak PJJ

Secara umum IDC juga mencatat adanya peningkatan demand  di segmen low end karena kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Segmen ini menyumbang lebih dari 75 persen keseluruhan angka pengiriman smartphone di Indonesia pada kuartal II-2020, meningkat dari kontribusi di periode yang sama tahun lalu sebesar 48 persen.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X