Gara-gara File Excel Lawas, Data 15.000 Kasus Covid-19 di Inggris Raib

Kompas.com - 08/10/2020, 12:21 WIB

XLS sendiri  merupakan format file default Microsoft Excel versi 97-2003. Kemudian format XLSX merupakan pembaruan untuk Excel yang diterapkan mulai versi 2007.

Seandainya saja PHE menggunakan file format XLSX, yang sudah mendukung jumlah baris data hingga 1 juta,  blunder semacam ini tidak terjadi, setidaknya kalau tak ada lonjakan kasus yang sangat tinggi.

Baca juga: Word, Excel, PowerPoint untuk Android Kini Jadi Satu Aplikasi

Dirangkum KompasTekno dari BBC, Kamis (8/10/2020), Sekretaris Kesehatan Inggris Matt Hancock mengatakan masalah Excel itu muncul karena PHE menggunakan sistem lawas yang baru diputuskan untuk diganti pada dua bulan lalu.

Hancock juga diminta untuk menampilkan diagram proses data yang relevan lainnya ke domain publik. Sehingga, kegagalan pemrosesan data di perangkat digital pemerintah dapat ditemukan.

"Kendala dari kesalahan ukuran file maksimum bukan berarti selalu muncul dalam diagram semacam itu," kata Hancock.

Dia yakin bahwa hasil tes tidak akan meleset karena masalah Excel tadi. Hancock juga mengatakan bahwa Profesor Chris Whitty, kepala petugas medis Inggris telah meninjau pembaruan data.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Whitty, tidak ada evaluasi penyebaran Covid-19 yang berubah, termasuk usulan melakukan karantina wilayah lokal.

Saat ini Inggris sedang menghadapi gelombang kedua kasus Covid-19. Pada 6 Oktober kemarin, ada 14.542 penambahan kasus baru. Data kasus yang sempat hilang ditambahkan pada laporan harian tanggal 3 dan 4 Oktober.

Baca juga: Tabel Excel Bakal Bisa Dibikin dari Foto

Beberapa ahli dan politisi khawatir terselipnya data yang diproses di Excel tadi akan menigkatkan angka kasus infeksi Covid-19 di Inggris. Sebab, orang-orang yang tidak terdata masih bisa berkeliaran dan bisa menularkan penyakitnya.

Anggota Parlemen, Bernad Jenkin mengatakan bahwa insiden ini merusak kepercayaan piblik dalam penyampaian informasi Covid-19 dari pemerintah. "Itu adalah contoh lain di mana logistik dan perencanaan mengecewakan kami," katanya.

Halaman:


Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.