Mau Beli iPhone 12 di Singapura? Segini Pajak yang Harus Dibayar

Kompas.com - 14/10/2020, 14:43 WIB
Tampilan ruangan bawah tanah Apple Marina Bay Sands yang diklaim sebagai ruang bawah tanah pertama di Apple Store. Ruangan ini bisa dipakai pengunjung, pengembang, hingga pebisnis, untuk berdiskusi dengan para karyawan Apple Store, atau biasa disebut Apple Genius. Tampak pula terdapat beragam aksesori Apple yang bisa didapatkan oleh pembeli. AppleTampilan ruangan bawah tanah Apple Marina Bay Sands yang diklaim sebagai ruang bawah tanah pertama di Apple Store. Ruangan ini bisa dipakai pengunjung, pengembang, hingga pebisnis, untuk berdiskusi dengan para karyawan Apple Store, atau biasa disebut Apple Genius. Tampak pula terdapat beragam aksesori Apple yang bisa didapatkan oleh pembeli.

KOMPAS.com - Apple resmi memperkenalkan empat model iPhone 12, Rabu (14/10/2020). Tak butuh waktu lama, Apple Singapura langsung membuka jadwal pemesanan atau pre order.

Penggemar Apple Indonesia yang tak sabar ingin memiliki model iPhone terbaru bisa saja membelinya dari Singapura. Sebab sampai saat ini, belum ada informasi kapan lini iPhone 12 terbaru akan dipasarkan di Indonesia.

Namun, sesuai aturan IMEI yang saat ini sudah berlaku, pembeli iPhone 12 atau perangkat genggam apa pun dari luar negeri harus membayar pajak dan melaporkan nomor IMEI ke bea cukai bandara/pelabuhan terlebih dahulu.

Baca juga: iPhone 12 Dijual Tanpa Charger dan Earphone, Ini Penjelasan Apple

Nah, jika membeli iPhone 12 dari Singapura, berapa pajak yang harus dibayarkan? Sesuai aturan yang berlaku, nilai minimum ponsel yang harus membayar pajak masuk ke Indonesia adalah 500 dollar AS atau sekitar Rp 7 jutaan.

Misalkan saja Anda ingin membeli iPhone 12 Mini 256 GB yang dijual 1.389 dollar Singapura. Untuk mempermudah, harga beli dikonversikan dulu ke dollar AS, sehingga didapatkan angka 1.022 dollar AS.

Kemudian, cari nilai kepabean dengan cara 1.022-500 dollar AS, sehingga dihasilkan angka 522 dollar AS atau sekitar Rp 7.694.000.

Perlu diingat, konversi mata uang (dollar Singapura ke dollar AS, dollar AS ke Rupiah) bisa berbeda-beda,tergantung kapan membelinya.

Baca juga: iPhone 12 Bisa Dipesan Mulai 16 Oktober di Singapura, Harga Mulai Rp 12 Jutaan

KompasTekno mengacu pada nilai tukar mata uang di Google pada saat berita ini ditulis. Setelah mendapat nilai kepabean, maka harus mencari nilai bea masuk, PPN, dan PPh.

  • Bea masuk = (nilai kepabean x 10%)/ Rp 7.694.000 x 10% = Rp 769.400.
  • PPN = (bea masuk+nilai kepabean) x 10% / (Rp 7.694.000+Rp 769.400) x 10% = Rp 864.340
  • PPh = ((bea masuk+nilai kepabean) x 10% / (Rp 7.694.000+Rp 769.400) x 7,5% = Rp 634.755 (jika memiliki NPWP)
  • PPh = (bea masuk+nilai kepabean) x 10% / (Rp 7.694.000+Rp 769.400) x 15% = Rp 1.269.510 (tanpa NPWP)

Jadi total pajak yang harus dibayarkan adalah Rp 2.250.495 jika menggunakan NPWP dan Rp 2.885.250 apabila tidak menggunakan NPWP.

Penghitungan yang sama juga akan berlaku untuk semua model iPhone 12.

Baca juga: Ini Aturan dan Pajak Ponsel Turis atau yang Dibeli di Luar Negeri mulai 18 April 2020

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X