Mesin CEIR Penuh, Pasar Smartphone di Indonesia Diprediksi Turun

Kompas.com - 16/10/2020, 12:31 WIB

Hal ini dilakukan agar kapasitas penyimpanan data di mesin CEIR kembali lega. Data yang akan dihapus adalah data perangkat yang sudah tidak terpakai, mati, tidak terealisasi, tidak jadi diproduksi, dan tidak jadi diimpor.

Ismail pun mengklaim bahwa kapasitas mesin CEIR sudah kembali normal dan pabrikan ponsel bisa kembali mendaftarkan nomor IMEI perangkatnya.

"Kapasitas yang ada masih sanggup menampung, dan input IMEI akan jalan terus," kata Ismail kepada KompasTekno, Senin (12/10/2020).

Vendor ponsel membantah

Kendati demikian, di hari yang sama, Oppo mengatakan hal yang berbeda. Vendor asal China ini mengaku masih belum bisa mendaftarkan nomor IMEI ponsel-ponsel baru mereka yang akan diproduksi.

Baca juga: Kominfo Pastikan Blokir Ponsel BM Tetap Berjalan Meski Input IMEI Terkendala

Aryo Meidianto, PR Manager Oppo Indonesia mengatakan pihaknya belum menerima informasi dan keputusan dari Kemenkominfo, apakah IMEI sudah dapat dimasukan ke sistem CEIR atau belum.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dari pabrik pun ada tanggapan bahwa sampai sore ini kita (Oppo) tidak bisa produksi (ponsel baru), karena IMEI-nya sendiri belum bisa dimasukkan (ke mesin CEIR)," kata Aryo.

Masalah mesin IMEI yang penuh ini, menurut Oppo, sudah terjadi sejak 16 September, alias sehari setelah mesin CEIR resmi diaktifkan.

Banyak pengguna ponsel Oppo yang tidak menerima sinyal. Terutama ponsel yang baru saja didaftarkan, seperti Oppo A53.

Baca juga: Kominfo Sebut Kapasitas Mesin CEIR Masih Cukup


Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X