Pesawat Boeing B737 Max Boleh Terbang Lagi di Eropa

Kompas.com - 16/10/2020, 18:30 WIB
B737 MAX 8 Lion Air di pabrik Boeing di Everett, Washington, AS. BoeingB737 MAX 8 Lion Air di pabrik Boeing di Everett, Washington, AS.
|
Editor Oik Yusuf

KOMPAS.com - Setelah melakukan serangkaian pengujian, badan keselamatan penerbangan Eropa, EASA (European Union Aviation Safety Agency), menyatakan pesawat Boeing 737 MAX aman untuk diterbangkan kembali.

EASA menyatakan puas dengan perubahan yang dilakukan oleh Boeing terhadap B737 MAX, sehingga pesawat dinyatakan aman untuk kembali terbang di langit Eropa, bahkan sebelum akhir 2020.

Meski demikian, EASA meminta Boeing melakukan sejumlah upgrade lagi untuk menambah keamanan, dan permintaan itu diperkirakan baru bisa dipenuhi Boeing dalam dua tahun ke depan.

"Analisis kami menyatakan ini aman, dan tingkat keamanan yang dicapai sudah cukup tinggi bagi kami," kata Patrick Ky, Executive Director EASA dalam sebuah wawancara.

Baca juga: Banyak Dipakai di Indonesia, Pesawat B737 Ini Rawan Mati Mesin di Udara

"Saran kami kepada Boeing adalah, jika ada sensor ketiga maka tingkat keamanannya bisa lebih tinggi lagi," lanjutnya, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Bloomberg, Jumat (16/10/2020).

Ky mengatakan, pihaknya kini sedang mereview dokumen akhir sebelum menerbitkan izin kelayakan terbang, yang diharapkan keluar bulan depan.

Diketahui, EASA melakukan serangkaian pengujian terhadap B737 MAX pada September lalu, setelah Boeing membuat sejumlah perubahan pada pesawat narrow body generasi terbarunya itu.

Salah satunya perubahan dalam software Maneuvering Characteristics Augmentation System (MCAS), yang kini tak hanya mengandalkan satu, melainkan dua sensor input ke komputer pesawat.

Baca juga: Boeing Sebut Lion Air Idiot karena Minta Training di Simulator B737 MAX

Pesawat Boeing 737 MAX dilarang terbang di seluruh dunia menyusul dua kecelakaan berturut-turut, yakni Lion Air JT610 pada Oktober 2018 dan Ethiopian ET302 pada Maret 2019, yang menewaskan lebih dari 300 penumpang dan kru.

Otoritas penerbangan AS, Federal Aviation Administration (FAA), kemudian memberlakukan larangan terbang (grounded) pada B737 MAX di seluruh dunia, karena diduga keduanya jatuh akibat faktor yang sama, yakni software MCAS.

Boeing kemudian mengajukan sejumlah perbaikan pada software MCAS, dan membuat panduan pelatihan baru bagi pilot-pilot yang menerbangkan B737 MAX.

FAA dan EASA telah melakukan evaluasi terhadap pembaruan tersebut pada September 2020 lalu. Kini keduanya sedang melakukan evaluasi dari hasil pengujian.



Sumber Bloomberg
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X