Kompas.com - 19/10/2020, 10:28 WIB

KOMPAS.com - Generasi yang mulai menggunakan internet di dekade 1990-an mungkin masih ingat dengan suara berisik modem dial-up saat melakukan sambungan. Sudah bising, kecepatan aksesnya pun pelan.

Tampilan situs-situs web juga berbeda dan relatif lebih sederhana dibanding sekarang. Para perancangnya masih sibuk bereksperimen untuk menemukan bentuk yang dan belum mempertimbangkan user experience dengan matang.

Pendiri Web Design Museum, Petr Kovar, mengatakan bahwa era 1990-an ditandai eksplorasi pencarian pendekatan yang tepat untuk desain web. "Sebab, kebanyakan desainer web saat itu hanya memiliki pengalaman dengan desain di media cetak," ujarnya.

Baca juga: Karena Namanya, Bayi Ini Dapat Akses Internet Gratis Selama 18 Tahun

Situs-situs web di masa tersebut pun banyak yang menggunakan warna-warna cerah serta font pasaran macam Comic Sans, kecuali mungkin situs milik korporat yang cenderung tampil serius dengan tampilan terkotak-kotak dan sedikit warna.

Web Design Museum sendiri merupakan museum online yang untuk menyimpan dan menampilkan desain situs-situs web jadul dari awal 1990-an hingga 2006, termasuk situs web pertama di dunia.

Ada sekitar 1.600 tampilan situs yang sengaja dipilih karena dinilai memiliki rancangan unik. Latar belakang pemiliknya bermacam-macam,  mulai dari situs milik restoran, pabrikan minuman dan makanan, musisi, hingga perusahaan-perusahaan besar seperti Apple.

Baca juga: Cara Melihat Tampilan Situs Google Versi Jadul

Tujuannya tak lain untuk mengabadikan tampilan situs-situs jadul tadi, supaya diingat dan bisa dilihat kembali oleh semua orang, khususnya mereka yang dulu masih terlalu muda untuk mengaksesnya.

"Generasi pengguna internet yang lahir setelah tahun 2000 tak banyak tahu soal seperti apa bentuk situs website di dekade 1990-an dan 2000-an," pungkas Kovar, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Mashable, Senin (19/10/2020).

Penasaran? Web Design Museum bisa dikunjungi lewat tautan berikut secara gratis.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber MASHABLE
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.