Indosat Bangun Jaringan Transport 5G Ready SRv6, Pertama di Asia Pasifik

Kompas.com - 03/11/2020, 20:16 WIB
Ilustrasi jaringan 5G IstIlustrasi jaringan 5G

KOMPAS.com - Menjalin kerja sama dengan Huawei, operator seluler Indosat Ooredoo kini mulai membangun jaringan transport 5G ready, berbasis teknologi segment routing IPv6 ( SRv6).

Jaringan transport 5g-ready SRv6 ini diklaim sebagai yang pertama digunakan di Asia Pasifik. Teknologi tersebut hadir guna memenuhi kebutuhan pelanggan di era digital, khususnya pada segmen retail dan bisnis.

Indosat berencana untuk menerapkan jaringan ini secara perdana di beberapa wilayah di Indonesia termasuk Jabodetabek, Surabaya, dan Bali.

Baca juga: Paket Data IMPreneur Indosat, Harga Mulai Rp 50.000 Kuota hingga 320 GB

Solusi dari Huawei ini dibangun dengan router 50GE dan mikrowave 5G berbasis pulse amplitude modulation empat level (PAM4), sehingga diklaim menghasilkan bandwidth 10 Gbps dan total cost of ownership (TCO) yang 30 persen lebih rendah.

Bersama dengan perluasan jaringan serat optik Indosat, penerapan teknologi IP SRv6 sendiri diklaim mampu menyediakan jalur routing deterministik dan jaminan latency rendah.

Dengan demikian, harapannya Indosat dapat melayani para pelanggan dengan konektivitas data yang lebih cepat pada jaringan 5G.

"Sebagai bagian dari perjalanan transformasi digital Indosat Ooredoo, sekaligus menjawab kebutuhan pelanggan retail dan bisnis yang semakin meningkat untuk cloud computing, layanan IoT, kebutuhan jaringan yang on-demand dan scalable," kata Chief Technology and Information Officer Indosat Ooredoo, Medhat Elhusseiny dalam keterangan tertulis kepada KompasTekno, Selasa (3/11/2020).

"Kami sangat senang bermitra dengan Huawei untuk membangun infrastruktur jaringan generasi baru yang dapat diprogram dengan menghadirkan jaringan transport 5G-ready berbasis SRv6 pertama di Asia Pasifik," imbuh Medhat.

Baca juga: Galaxy A42 Resmi Dirilis, Ponsel 5G Samsung Termurah

Kolaborasi ini turut mendapatkan respons yang positif dari pihak Huawei. CEO Huawei Indonesia Carrier Business, Andy Ma menyebut, teknologi SLA IP sejatinya telah dibangun oleh pihak Huawei sejak beberapa waktu lalu.

Selain itu, Andy turut mengatakan bahwa teknologi ini merupakan solusi dari masalah yang dialami oleh operator seluler mancanegara, dalam mengembangkan jaringan 5G.

"Huawei mengantisipasi membuat jaringan transport IP bahkan lebih cerdas, melalui kerja sama berkelanjutan kami dengan Indosat Ooredoo," ungkap Andy.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X