Mengenal Apple M1, Chip ARM Pengganti Intel di MacBook Terbaru

Kompas.com - 13/11/2020, 10:37 WIB
Penulis Oik Yusuf
|

Satu kekurangan sistem berbasis M1 adalah kapasitas memorinya (RAM) tidak bisa ditambah karena menyatu dalam kemasan System-on-Chip. Untuk sekarang, jumlahnya mentok di angka 16 GB.

Chip M1 menyatukan DRAM di dalam kemasan SoC, bersama dengan komponen-komponen lain yang biasanya diletakkan terpisahApple Chip M1 menyatukan DRAM di dalam kemasan SoC, bersama dengan komponen-komponen lain yang biasanya diletakkan terpisah
Mungkin nanti di waktu mendatang, Apple akan menyediakan chip M1 dengan kapasitas memori lebih tinggi atau slot ekspansi untuk upgrade.

Namun, saat ini pengguna yang membutuhkan RAM lebih besar masih harus memilih Mac berbasis Intel.

Menariknya, chip M1 yang mengotaki MacBook Air, MacBook Pro, dan Mac Mini baru terkesan sebagai Soc yang sama.

Menurut pengamatan ZDNet, perbedaannya mungkin hanya ada di alokasi daya untuk SoC, serta pendinginannya yang akan mempengaruhi kinerja secara langsung.

MacBook Air, misalnya, hanya mengandalkan sistem pendingin pasif tanpa kipas, sehingga agaknya lebih rentan mengalami throttling, alias penurunan kinerja yang disengaja oleh sistem supaya tidak overheat.

Mac Mini dan Mac Book Pro berbasis M1 dibekali dengan pendingin aktif (kipas) untuk membuang panasApple Mac Mini dan Mac Book Pro berbasis M1 dibekali dengan pendingin aktif (kipas) untuk membuang panas
Beda halnya denggan MacBook Pro dan Mac Mini yang dibekali sistem pendingin dengan kipas, sehingga kemungkinan bisa mengeluarkan performa maksimal dengan lebih lama, tanpa harus mengurangi kecepatan karena kepanasan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, jumlah inti GPU di chip M1 milik MacBook Air versi terendah juga lebih sedikit, yakni 7 core, dibandingkan 8 core di versi yang lebih tinggi atau MacBook Pro dan Mac Mini.

Hal ini mungkin disebabkan oleh proses binning, yakni seleksi kualitas chip M1 oleh Apple, chip yang berkualitas bagus dialokasikan untuk model komputer yang lebih tinggi.

Sementara, chip yang lebih lemah diberikan untuk model murah, dengan modifikasi seperti core prosesor yang dimatikan supaya tetap berjalan di dalam toleransi spesifikasi.

Praktik binning ini lazim dilakukan di industri semikonduktor, termasuk oleh para pemain besar seperti Intel.

Baca juga: Mengenal Chip A14 Bionic yang Bakal Jadi Dapur Pacu iPhone 12

Apple sendiri sudah lama melakukannya. Chip A12Z di iPad Pro model 2020, misalnya, merupakan hasil binning dari chip A12X sebelumnya, hanya saja dengan jumlah core GPU aktif lebih banyak.

"Terpaksa" meninggalkan Intel?

Lalu, kenapa Apple merasa harus meninggalkan Intel? Kenapa pula sekarang waktunya? Apple boleh jadi "terpaksa" melakukan itu karena Intel sudah tak sanggup mengimbangi laju produknya.

Situs Anandtech menyajikan grafik peningkatan kinerja prosesor terkencang Apple (A series, ARM) dan Intel (Core series, x86) dari tahun ke tahun. Dari sini terlihat bahwa Intel hanya berhasil meningkatkan kinerja single thread prosesornya sebesar 28 persen dalam waktu 5 tahun.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.